Logo Header Antaranews Kepri

Pemkot Batam pakai aplikasi 'Sitebus Murah' agar penyaluran sembako tepat sasaran

Selasa, 7 Juli 2026 12:37 WIB
Image Print
Penyaluran sembako murah di SP Plaza Sagulung oleh Disperindag Batam, Kepri, Selasa (7/7/2026). (ANTARA/HO-Disperindag Batam)

Batam (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menerapkan digitalisasi penyaluran sembako bersubsidi melalui aplikasi Sitebus Murah untuk pastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran.

Pelaksana Harian Kepala Disperindag Kota Batam Suhar mengatakan seluruh penerima manfaat program telah terdaftar melalui aplikasi Sitebus Murah yang dapat diakses melalui ponsel pintar maupun dibantu petugas di kelurahan.

"Seluruh penerima manfaat yang hadir telah terdaftar melalui aplikasi Sitebus Murah. Pendataan dilakukan berdasarkan usulan RT/RW, kemudian divalidasi dan disahkan melalui musyawarah kelurahan sehingga penyaluran lebih tepat sasaran," kata Suhar saat dikonfirmasi di Batam, Selasa.

Ia menjelaskan digitalisasi tersebut diterapkan untuk memastikan paket sembako bersubsidi diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan sekaligus memudahkan proses verifikasi di lapangan.

Program pasar murah bersubsidi tahun 2026 menyediakan sebanyak 25.000 paket sembako yang disalurkan secara bertahap pada 6-14 Juli 2026 di 41 titik yang tersebar di 43 kelurahan.

Baca juga: PLN Batam bangun gardu baru di Punggur

Pembagian dilakukan pada sembilan kecamatan, yakni Batam Kota, Batu Ampar, Sagulung, Sekupang, Batu Aji, Nongsa, Bengkong, Sei Beduk, dan Lubuk Baja.

Dalam program tersebut, masyarakat cukup membawa KTP asli dan membayar sebesar Rp100 ribu untuk menebus satu paket sembako yang terdiri atas beras 10 kilogram, gula pasir satu kilogram, dan tepung terigu dua kilogram.

Menurut Suhar, nilai pasar paket tersebut mencapai sekitar Rp200 ribu sehingga masyarakat memperoleh penghematan sekitar Rp100 ribu.

"Program ini kami utamakan bagi masyarakat kurang mampu yang paling rentan terhadap dampak kenaikan harga kebutuhan pokok," ujar dia.

Ia mengatakan pasar murah bersubsidi menjadi salah satu kebijakan Pemkot Batam untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengendalikan inflasi daerah yang pada Juni 2026 tercatat sebesar 4,75 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

“Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar pada APBD Tahun Anggaran 2026 guna menyediakan 25.000 paket sembako bersubsidi,” katanya.

Selain itu, mekanisme penyaluran juga dibuat lebih sederhana dengan membagi lokasi pengambilan di setiap kelurahan, agar antrean masyarakat tidak menumpuk dan proses distribusi lebih cepat.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkot Batam gunakan aplikasi Sitebus Murah agar sembako tepat sasaran



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026