Logo Header Antaranews Kepri

Iran tegaskan perundingan damai tak dimulai jika ancaman terus berlanjut

Selasa, 7 Juli 2026 16:54 WIB
Image Print
Ribuan pelayat menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei di Masjid Imam Khomeini Mosalla di Teheran, Iran, pada 4 Juli 2026. Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Bendera Iran terlihat selama upacara tersebut. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri. (ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency/pri.)

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin menegaskan bahwa perundingan untuk mencapai kesepakatan damai final dengan Amerika Serikat tidak akan dimulai jika ancaman terhadap Iran terus berlanjut.

Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi mengutip ketentuan dalam Pasal 13 Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat bulan lalu.

"Pasal 13 Nota Kesepahaman jelas menyatakan bahwa perundingan mengenai kesepakatan final tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormati tanda tangan Anda," tulis Araghchi.

Nota Kesepahaman Islamabad yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kesepakatan yang memuat 14 poin itu membuka masa diplomasi selama 60 hari melalui perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat guna mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen.

Pernyataan Araghchi disampaikan beberapa jam setelah Trump memperingatkan bahwa Washington siap menggunakan kekuatan militer apabila jalur diplomasi gagal.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Perundingan damai tak dimulai jika ancaman terus berlanjut



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026