
Iran tegaskan perundingan damai tak dimulai jika ancaman terus berlanjut

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin menegaskan bahwa perundingan untuk mencapai kesepakatan damai final dengan Amerika Serikat tidak akan dimulai jika ancaman terhadap Iran terus berlanjut.
Melalui unggahan di media sosial X, Araghchi mengutip ketentuan dalam Pasal 13 Nota Kesepahaman Islamabad yang ditandatangani Iran dan Amerika Serikat bulan lalu.
"Pasal 13 Nota Kesepahaman jelas menyatakan bahwa perundingan mengenai kesepakatan final tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut. Hormati tanda tangan Anda," tulis Araghchi.
Nota Kesepahaman Islamabad yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kesepakatan yang memuat 14 poin itu membuka masa diplomasi selama 60 hari melalui perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat guna mencapai perjanjian damai yang bersifat permanen.
Pernyataan Araghchi disampaikan beberapa jam setelah Trump memperingatkan bahwa Washington siap menggunakan kekuatan militer apabila jalur diplomasi gagal.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran: Perundingan damai tak dimulai jika ancaman terus berlanjut
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
