Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Natuna-Bulog bersinergi jaga stabilitas harga minyak goreng

Selasa, 7 Juli 2026 20:49 WIB
Image Print
Minyak goreng merek Minyakita yang diedarkan di Pasar Rakyat Ranai. ANTARA/HO-Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, bersinergi dengan Perum Bulog menjaga stabilitas harga minyak goreng di wilayah perbatasan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperindagkopum) Natuna Marwan Sjah Putra saat dikonfirmasi di Natuna, Selasa, mengatakan terdapat dua strategi yang diterapkan untuk menjaga harga minyak goreng tetap stabil.

Strategi pertama dilakukan melalui penyaluran minyak goreng subsidi pemerintah pusat ke toko-toko yang menjadi bagian dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Sementara, strategi kedua melalui operasi pasar murah.

"Untuk SP2KP merupakan upaya Perum Bulog. Pada strategi ini minyak goreng penugasan Perum Bulog disalurkan ke toko-toko mitra mereka di pasar, sedangkan kami menjaga stabilitas harga melalui operasi pasar murah," ucapnya.

Marwan menjelaskan minyak goreng yang dipasarkan oleh mitra Perum Bulog merupakan merek Minyakita.

Minyak goreng ini wajib dijual mitra tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Meski demikian, tidak seluruh minyak merek serupa yang beredar di Natuna berasal dari Perum Bulog.

"Penyaluran minyak goreng oleh Bulog untuk sementara hanya dilakukan di Pasar Rakyat Ranai. Jadi, apabila terdapat merek serupa yang dijual di luar titik tersebut, berarti produk itu bukan berasal dari Bulog, melainkan dipasok dari agen lain, sehingga harga jualnya tidak sama," kata Marwan.

Ia menjelaskan minyak goreng yang dihadirkan pada operasi pasar murah, disubsidi Pemkab Natuna.

Minyak goreng yang diedarkan dibandrol di bawah HET yakni Rp15.000 per liter.

Pasar murah, kata dia, telah digelar di beberapa kecamatan dan akan dilaksanakan di setiap kecamatan paling sedikit satu kali pada tahun ini.

"Merek minyak goreng yang dijual pada pasar murah bervariasi karena menyesuaikan dengan ketersediaan di lapangan," katanya.

Ia mengungkapkan harga minyak goreng berbagai merek di sejumlah toko di Natuna masih dijual hingga Rp20.000 per liter.

Tingginya harga tersebut dipengaruhi belum adanya distributor minyak goreng di Natuna.

Selama ini, pasokan minyak goreng diperoleh agen dengan mengambil barang dari distributor di luar daerah.

Kondisi tersebut menyebabkan rantai distribusi menjadi lebih panjang dan meningkatkan biaya pengiriman.

Akibatnya, agen menaikkan harga jual untuk menutupi biaya distribusi yang dikeluarkan.

"Jika dari distributor minyak goreng harganya akan lebih murah, karena ada subsidi. Yang ada saat ini kebanyakan hanya agen, sehingga harga minyak goreng masih tinggi," katanya.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026