Logo Header Antaranews Kepri

Perum Bulog salurkan minyak goreng di 5 toko permudah akses para warga

Rabu, 8 Juli 2026 14:22 WIB
Image Print
Ilustrasi: stok minyak goreng di gudang Perum Bulog Natuna. ANTARA/HO-Muhamad Nurman

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyalurkan minyak goreng melalui lima toko dan kios di Pasar Rakyat Ranai, guna memudahkan warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai harga eceran tetap (HET) Rp15.700 per liter.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian saat dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan minyak goreng dapat dibeli oleh seluruh kalangan masyarakat.

Pencius menjelaskan lima toko dan kios tersebut merupakan mitra Perum Bulog. Saat ini Perum Bulog Cabang Natuna memiliki 58 toko dan kios mitra, namun penyaluran minyak goreng sementara difokuskan di lima titik karena ketersediaan stok masih terbatas.

"Stok minyak goreng saat ini sebanyak 420 liter dan kami fokus menyalurkannya di titik Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP)," katanya.

Ia menambahkan minyak goreng yang disalurkan merupakan merek Minyakita dalam kemasan satu liter. Minyak yang disalurkan oleh mereka bisa dijual tidak melebihi HET karena mendapat subsidi dengan skema Domestic Market Obligation (DMO).

Baca juga: Pemkab Natuna siapkan beasiswa bagi atlet peraih medali Popda Kepri

Menurut dia, merek serupa telah banyak beredar di Natuna dengan harga yang bervariasi dan melebihi HET. Namun, minyak goreng yang dijual sesuai HET saat ini hanya tersedia di lima toko dan kios di Pasar Rakyat Ranai mitra mereka.

"Kami mengimbau masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dengan bijak dan tidak membeli secara berlebihan," katanya.

Ia menjelaskan Perum Bulog Cabang Natuna mendapat penugasan dari pemerintah untuk menyalurkan dua komoditas, yakni beras dan minyak goreng. Penugasan penyaluran beras telah dijalankan sejak 1981, sedangkan minyak goreng mulai dilakukan pada awal 2026.

Baca juga: BPJS Kesehatan Natuna tingkatkan kesehatan para penderita diabetes tipe II

Kedua kebutuhan pokok tersebut dipasok kepada mitra dengan harga di bawah HET, sehingga dapat dijual kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut dia, kehadiran beras dan minyak goreng melalui Bulog juga bertujuan menjaga stabilitas harga di pasaran dengan menjadi pembanding sehingga harga komoditas sejenis tidak melambung.

"Untuk memastikan distribusi berjalan sesuai aturan, Bulog melakukan pengawasan terhadap penjualan oleh mitra guna mencegah penyalahgunaan," katanya.

Baca juga: Pemprov Kepri perkuat upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026