Logo Header Antaranews Kepri

IRGC klaim serang 4 pangkalan militer AS

Kamis, 9 Juli 2026 13:53 WIB
Image Print
Arsip foto - Para demonstran anti-perang menggelar protes di dekat Gedung Putih menentang serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, di Washington DC, Amerika Serikat pada 7 April 2026. Di tengah demonstrasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua minggu yang bertujuan untuk menghentikan permusuhan, dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz sementara negosiasi diplomatik berlanjut menuju resolusi yang lebih permanen. ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency / pri. (ANTARA/Celal Güneş - Anadolu Agency / pri)

Moskow (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Kamis, mengeklaim telah menyerang empat pangkalan militer milik Amerika Serikat, masing-masing dua di Kuwait dan Bahrain, sebagai respons atas serangan AS terhadap Iran.

Dalam pernyataan yang dikutip Press TV, IRGC menyatakan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah lokasi di provinsi-provinsi pesisir selatan Iran, dengan tindakan pengkhianatan yang kembali melanggar komitmen.

"Pada tahap pertama respons balasan kami, pasukan angkatan laut dan kedirgantaraan IRGC melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone terhadap Camp Arifjan dan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, serta pangkalan AS di Juffair dan Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain," bunyi pernyataan tersebut.

IRGC akan memperluas serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut jika Washington terus melanjutkan agresi militer.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IRGC klaim serang pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026