
Gelombang panas di Prancis paksa 3 reaktor nuklir berhenti beroperasi

Moskow (ANTARA) - Perusahaan utilitas listrik Prancis, EDF, menghentikan operasi tiga reaktor nuklir dan mengurangi produksi listrik di delapan reaktor lainnya akibat gelombang panas yang melanda negara itu, lapor harian Le Parisien, Minggu (12/7) mengutip keterangan perusahaan.
Langkah tersebut diambil karena kondisi cuaca ekstrem serta untuk memenuhi ketentuan mengenai pembuangan air pendingin dan perlindungan lingkungan.
Reaktor Nomor 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Golfech yang berada di Sungai Garonne, Reaktor Nomor 3 di PLTN Bugey di Sungai Rhone, serta Reaktor Nomor 2 di PLTN Chooz di Sungai Meuse dihentikan operasinya.
Sesuai regulasi lingkungan di Prancis, EDF wajib mengurangi produksi reaktor ketika suhu air sungai melampaui ambang batas tertentu guna melindungi ekosistem perairan. Gelombang panas yang sedang berlangsung telah meningkatkan suhu sungai hingga mencapai tingkat kritis sehingga operator harus mengambil langkah tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gelombang panas mengganggu operasional PLTN Prancis
Pewarta : Katriana
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
