Logo Header Antaranews Kepri

BP Batam sebut realisasi investasi 2025 tumbuh 72,83%

Jumat, 17 Juli 2026 13:10 WIB
Image Print
Kepala BP Batam Amsakar Achmad (kanan) dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra (kiri) saat melakukan pemaparan di Komisi VI DPR RI di Jakarta (16/7/20/6). (ANTARA/HO-BP Batam)

Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyebutkan bahwa berdasarkan data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi Batam tahun 2025 mencapai Rp44,01 triliun, meningkat sebesar 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Berdasarkan LKPM, realisasi investasi 2025 mencapai Rp44,01 triliun. Angka ini meningkat 72,83 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan berhasil melampaui target investasi sekitar Rp37 triliun, dengan capaian mencapai 118,97 persen dari target tersebut,” kata Kepala BP Batam Amsakar Achmad dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,76 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

“Capaian investasi yang terus tumbuh menunjukkan bahwa Batam tidak hanya mampu menjaga daya saing sebagai tujuan investasi, tetapi juga terus memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel,” katanya.

Ia memaparkan capaian kinerja di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam serta Laporan Keuangan Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (16/7).

Baca juga: Pemprov: 3.700 unit rumah tak layak huni di Kepri dapat program BSPS dari pusat

Dalam paparannya, Amsakar menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Batam sepanjang 2025 menunjukkan tren yang positif.

Berdasarkan data BP Batam, Amsakar juga mengatakan kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga tetap terjaga.

Sepanjang tahun 2025, BP Batam berhasil merealisasikan PNBP sebesar Rp1,93 triliun.

Amsakar menegaskan bahwa BP Batam terus memperkuat tata kelola lembaga melalui digitalisasi dan inovasi layanan investasi.

“Ke depan, BP Batam akan mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan dan mengoptimalkan penerimaan negara agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pengembangan Batam,” tegas Amsakar.

Baca juga: Imigrasi Batam berikan layanan izin tinggal WNA di kawasan industri

Selain itu, Amsakar juga optimis untuk kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025.

Apabila terealisasi, capaian tersebut akan menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut sejak tahun 2016.

Lebih lanjut, pada triwulan I tahun 2026, realisasi investasi di Batam mencapai Rp17,48 triliun, meningkat 102,85 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dengan pertumbuhan investasi dan ekonomi yang terus meningkat, BP Batam optimistis Batam akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (KPBPB) yang menjadi motor penggerak investasi nasional.

Baca juga: Jadi Pilot Project KBRI Kuala Lumpur, Posbankum Kepri siap kawal perlindungan hukum WNI di Malaysia



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026