Logo Header Antaranews Kepri

Prancis vs Inggris:Kylian Mbappe Bidik Sepatu Emas

Minggu, 19 Juli 2026 06:31 WIB
Image Print
Pesepak bola Timnas Prancis Kylian Mbappe saat menjalani sesi latihan menjelang pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas, Amerika Serikat, Senin (3/7/2026) waktu setempat. Prancis akan menghadapi Spanyol dalam semifinal Piala Dunia FIFA 2026 yang berlangsung di Stadion Dallas, Amerika pada Selasa (14/7) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Hu Xingyu/tom.

Jakarta (ANTARA) - Penyerang sekaligus megabintang Tim Nasional Prancis, Kylian Mbappe, dipastikan siap tampil habis-habisan saat menghadapi Inggris pada laga perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026. Pertandingan penutup ini menjadi kesempatan emas bagi Mbappe untuk mengamankan penghargaan Golden Boot atau Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.

Pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps, menegaskan skuadnya tetap mengusung ambisi besar dalam laga pamungkas yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, pada Minggu dini hari esok.

"Saya memiliki tugas sebagai pelatih kepala untuk melakukan segala yang saya bisa demi mencapai tujuan besok. Saya berharap kami bisa melakukannya, dan kami harus menunjukkan seluruh upaya untuk itu," kata Deschamps, dikutip dari ESPN, Sabtu (18/7).

Kontra Lionel Messi

Mbappe saat ini bertengger sebagai salah satu pemain paling subur di sepanjang turnamen dengan koleksi delapan gol. Jumlah torehan gol tersebut sejatinya sama persis dengan koleksi kapten Argentina, Lionel Messi.

Kendati demikian, striker Real Madrid tersebut masih tertahan di posisi kedua dalam bursa perburuan Golden Boot karena kalah dalam aspek jumlah umpan gol (assist). Mengingat gol di babak perebutan tempat ketiga tetap dihitung secara resmi oleh FIFA, laga kontra Inggris menjadi momentum krusial bagi Mbappe untuk melampaui Messi sekaligus membawa pulang medali perunggu bagi negaranya.

Meskipun menjamin Mbappe akan memimpin lini serang Les Bleus, Deschamps mengonfirmasi bakal melakukan sejumlah rotasi pada susunan pemain. Laga ini juga dipastikan menjadi momen emosional yang menandai akhir perjalanan panjang 14 tahun Deschamps menukang timnas Prancis sejak tahun 2012 silam.

"Saya tidak ingin mengkhianati pembicaraan yang saya lakukan dengan para pemain. Saya belum memiliki semua elemennya, tetapi ya, saya akan mengganti beberapa pemain," tutur pelatih yang juga sukses mengangkat trofi Piala Dunia sebagai kapten Prancis pada edisi 1998 tersebut.

Dia menyebut menangani tim nasional merupakan pengalaman terbesar dalam karier profesionalnya.

"Saya tahu ini adalah pertandingan terakhir dan saya tidak ingin ada yang menangis. Tim nasional Prancis, dengan semua yang menyertainya dalam kehidupan profesional saya, adalah hal terindah yang pernah terjadi kepada saya," kata Deschamps.

Sikap senada juga ditunjukkan oleh lini belakang Prancis. Bek Ibrahima Konate mengakui atmosfer ruang ganti sempat diliputi kekecewaan karena gagal menembus babak final. Namun, ia menegaskan seluruh pemain memikul tanggung jawab moral yang besar untuk tetap menjaga kehormatan seragam tim nasional.

"Memang itu bukan tujuan kami. Kami ingin bermain di final, tetapi kami tetap mewakili Prancis. Merupakan impian banyak orang mengenakan seragam ini dan menyanyikan Marseillaise, karena itu kami harus menghormati seragam yang kami kenakan," ujar Konate.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mbappe bidik "Golden Boot" Piala Dunia saat hadapi Inggris



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026