
Wali Kota Tanjungpinang sebut MPLS jadi momentum menggali potensi siswa

Tanjungpinang (ANTARA) - Wali Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) Lis Darmansyah menyebutkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus dimanfaatkan sebagai momentum membangun karakter sekaligus menggali potensi peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.
"MPLS bukan sekadar mengenalkan lingkungan sekolah, tapi bagaimana mengenali sekaligus menggali potensi peserta didik baru," kata Lis saat meninjau pelaksanaan MPLS tahun ajaran baru 2026/2027 di SMAN 4 Tanjungpinang, Senin.
Lis menyampaikan sekolah memiliki peran penting untuk mengenali kemampuan setiap siswa sejak awal, sehingga bakat yang dimiliki dapat diarahkan dan dikembangkan sesuai minat masing-masing.
Menurutnya sekolah juga harus mengidentifikasi kemampuan anak, baik di bidang akademik, lalu olahraga, seni, budaya maupun bidang lainnya sesuai potensi masing-masing.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Lis turut mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Ayah Mengantar Anak (GAMAS) pada hari pertama masuk sekolah, termasuk ASN di lingkungan Pemkot Tanjungpinang.
Dia menyebut keterlibatan ayah memberikan dampak psikologis positif bagi anak sekaligus menunjukkan perhatian keluarga terhadap pendidikan.
"Terlihat sederhana, tetapi secara psikologis memberikan kesan sangat berbeda bagi anak," ucap Lis.
Baca juga: 239 dapur SPPG di Kepri siap salurkan MBG pada hari pertama sekolah
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Tanjungpinang Nursanti memaparkan untuk tahun ajaran baru ini, sekolahnya menerima 360 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel), dengan masing-masing rombel berisi 36 siswa.
Pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat, setelah sebelumnya diawali dengan pra-MPLS pada Sabtu, (18/7).
Selama kegiatan MPLS, kata dia, siswa dibekali berbagai materi, mulai dari tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu budaya senyum, sapa, salam, etika bermedia sosial, hingga penguatan karakter.
Setelah seluruh rangkaian MPLS selesai, lanjut dia, peserta didik akan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal.
Adapun jumlah peserta didik baru tahun ini disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia, yakni 10 rombongan belajar, sama dengan jumlah siswa yang lulus pada tahun ajaran sebelumnya.
Baca juga: Pemprov Kepri ajak warga nonton bareng final Piala Dunia di Bandara RHF
"Yang tamat itu 10 kelas, maka tahun ini kita terima 10 kelas juga karena ketersediaan ruang kelas. Tahun sebelumnya kita 12 kelas," ungkapnya.
Usai meninjau SMAN 4, Lis melanjutkan kunjungan ke SMPN 1 Tanjungpinang guna melihat langsung pelaksanaan MPLS di sekolah tersebut.
Untuk SMPN 1, terdapat sebanyak 360 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar mengikuti kegiatan MPLS sesuai daya tampung yang telah ditetapkan sekolah.
Baca juga: Polres Natuna cegah balap liar dengan patroli lampu biru
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
