
AS tuduh Iran berupaya jadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar menawar di tengah konflik
Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menuduh Iran berupaya menjadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar-menawar di tengah konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.
"Sangat jelas bahwa Iran, setidaknya sebagian pihak di negara itu, ingin menguasai Selat Hormuz dan menjadikannya sebagai alat tekan terhadap dunia," kata Rubio kepada wartawan sebelum bertolak ke Filipina untuk menghadiri pertemuan para menteri luar negeri ASEAN, Minggu.
Rubio menilai sejumlah pihak di Iran ingin memanfaatkan kendali atas jalur pelayaran strategis tersebut sebagai alat pengaruh terhadap komunitas internasional.
Ia mengatakan Amerika Serikat akan terus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan pelayaran global. Namun, menurut Rubio, negara-negara lain juga perlu berkontribusi, baik melalui dukungan pendanaan maupun kemampuan militer.
Baca juga: BPI Danantara nilai Kedaulatan digital jadi katalis pertumbuhan industri
"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang diperlukan untuk melindungi pelayaran global, tetapi negara-negara lain juga harus meningkatkan kontribusi mereka, baik berupa peralatan maupun dukungan keuangan, untuk membantu memikul tanggung jawab itu," ujarnya.
Meski demikian, menurut Rubio, Washington tetap terbuka untuk mencapai penyelesaian diplomatik dengan Iran.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS tuduh Iran jadikan Selat Hormuz sebagai alat tawar perundingan
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.