Logo Header Antaranews Kepri

Dokter ingatkan Jangan ikut tren makan makanan pedas yang viral

Rabu, 22 Juli 2026 11:00 WIB
Image Print
Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono dr. Eva Jeumpa Soelaeman saat menjelaskan dampak makanan terhadap tumbuh kembang anak. ANTARA/Irfan

Tangerang (ANTARA) - Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono dr. Eva Jeumpa Soelaeman meminta orang tua tidak membiarkan anak ikut mengkonsumsi makanan pedas yang viral tanpa panduan karena bisa mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang.

"Jangan karena pengaruh gaya hidup dan mencoba makanan pedas yang viral, membuat kesehatan anak terganggu. Bahkan, tumbuh kembangnya jadi terganggu," kata dr. Eva Jeumpa Soelaeman di Tangerang, Rabu.

Baca juga: KPK mulai panggil saksi kasus Bupati Langkat

Ia mengatakan, sistem pencernaan anak memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap infeksi, alergi, dan kelainan struktural. Ada beberapa penyakit yang kerap menyerang anak dari salah konsumsi seperti sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar (BAB), atau berat badan yang tidak kunjung naik.

Menurut dr. Eva, dokter gastro anak atau dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi adalah dokter spesialis anak yang telah menempuh pendidikan subspesialisasi khusus untuk mendiagnosis, mengobati, dan mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan, mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, serta organ hati (liver) dan pankreas pada bayi, anak-anak, hingga remaja.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dokter: Jangan ikut tren konsumsi makanan pedas tapi ganggu pencernaan



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026