
Dokter ingatkan Jangan ikut tren makan makanan pedas yang viral

Tangerang (ANTARA) - Konsultan Gastroenterohepatologi Anak Eka Hospital MT Haryono dr. Eva Jeumpa Soelaeman meminta orang tua tidak membiarkan anak ikut mengkonsumsi makanan pedas yang viral tanpa panduan karena bisa mengganggu pencernaan dan tumbuh kembang.
"Jangan karena pengaruh gaya hidup dan mencoba makanan pedas yang viral, membuat kesehatan anak terganggu. Bahkan, tumbuh kembangnya jadi terganggu," kata dr. Eva Jeumpa Soelaeman di Tangerang, Rabu.
Baca juga: KPK mulai panggil saksi kasus Bupati Langkat
Ia mengatakan, sistem pencernaan anak memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap infeksi, alergi, dan kelainan struktural. Ada beberapa penyakit yang kerap menyerang anak dari salah konsumsi seperti sakit perut berulang, mual, sulit buang air besar (BAB), atau berat badan yang tidak kunjung naik.
Menurut dr. Eva, dokter gastro anak atau dokter spesialis anak konsultan gastroenterohepatologi adalah dokter spesialis anak yang telah menempuh pendidikan subspesialisasi khusus untuk mendiagnosis, mengobati, dan mengelola gangguan pada seluruh sistem pencernaan, mulai dari kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, serta organ hati (liver) dan pankreas pada bayi, anak-anak, hingga remaja.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dokter: Jangan ikut tren konsumsi makanan pedas tapi ganggu pencernaan
Pewarta : Achmad Irfan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
