
Warga sekitar Hang Nadim Tuntut Pelayanan Air

Batam (Antara Kepri) - Ratusan warga Kampung Jabi yang terletak pada Kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Selasa, berunjukrasa di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam menuntut pelayanan air bersih dari PT Adhya Tirta Batam.
Koordinator aksi Aminuddin mengatakan ratuasan kepala keluarga yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di area sekitar Bandara Internasional Hang Nadim Batam itu tidak pernah menikmati aliran air bersih dari PT ATB.
"Kami juga warga Batam, kami menuntut hak kami untuk mendapatkan layanan air bersih seperti masyarakat umumnya," kata dia saat melakukan orasi.
Sejumlah warga yang ikut melakukan aksi membawa peralatan mandi dan mengancam akan mandi dan mendirikan tenda di halaman BP Batam jika tidak bisa mendapatakan air bersih.
"Kami juga warga yang memiliki KTP Batam. Kami juga membayar pajak seperti masyarakat lain, tapi mengapa kami tidak bisa mendapatkan hak yang sama," kata dia.
Warga yang mengatakan sudah beberapa kali melayangkan surat agar mendapat rekomendasi aliran air bersih juga mengancam akan memblokir Bandara Internasional Hang Nadim jika tuntutan mereka tidak diakomodasi.
Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan setelah pengunjukrasa berupaya masuk ke halaman BP Batam dengan mendorong pagar pembatas.
Namun aksi tersebut berhasil digagalkan oleh puluhan petugas Direktorat Pengamanan BP Batam dibantu puluhan petugas Kepolisian yang sudah sejak pagi menjaga kantor tersebut.
"Jangan salahkan jika bandara kami blokir. Kami hanya menuntut hak kami untuk mendapatkan air bersih," teriak seorang pengunjukrasa.
Hingga saat ini perwakilan pengunjukrasa masih melakukan pembicaraan dengan pihak BP Batam.
Sementara ratusan pengunjukrasa masih bertahan di halaman BP Batam menunggu hasil perundingan. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
