Logo Header Antaranews Kepri

Inggris terancam alami resesi ekonomi jika Selat Hormuz ditutup sampai 2027

Senin, 3 Agustus 2026 14:13 WIB
Image Print
Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial. ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency /pri.

Moskow (ANTARA) - Inggris terancam mengalami resesi ekonomi pada 2027 apabila Selat Hormuz tak kunjung dibuka, menurut laporan surat kabar The Independent mengutip data perusahaan konsultan EY.

Laporan tersebut menyebutkan jika Selat Hormuz tak juga dibuka pada awal atau setidaknya pertengahan 2027, maka produk domestik bruto (PDB) Inggris hanya akan bertumbuh 0,5 persen pada 2026 dan turun 0,2 persen di 2027.

EY menyimpulkan dengan skenario buruk semacam itu, maka inflasi dapat naik hingga 6,4 persen pada akhir 2026 akibat kenaikan drastis biaya minyak dan energi.

Pada 8 Juli lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata, yang diteken dengan Iran pada 18 Juni, tidak lagi berlaku.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Inggris terancam resesi jika Selat Hormuz terus tutup sampai 2027



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026