
RSUD RAT Kepri operasikan kembali layanan MRI

Tanjungpinang (ANTARA) - Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Kepulauan Riau (Kepri) Bambang Utoyo menyebut layanan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) di rumah sakit itu beroperasi kembali setelah empat tahun terhenti karena kerusakan alat.
"Perbaikan alat MRI membutuhkan waktu dan anggaran yang memadai," katanya di Tanjungpinang, Rabu.
Bambang menyampaikan perbaikan alat medis penunjang layanan kesehatan tersebut rampung dikerjakan pada awal bulan ini setelah mendapatkan alokasi anggaran yang dibutuhkan.
Ia menyebut MRI di RSUD milik Pemerintah Provinsi Kepri itu hanya tersedia satu unit.
Layanan MRI merupakan fasilitas pemeriksaan penunjang medis yang sangat krusial, terutama untuk mendeteksi luka atau cedera organ dalam yang tidak bisa terlihat melalui pemindaian CT Scan maupun USG.
"Fasilitas ini umumnya digunakan untuk penanganan spesialisasi penyakit dalam, saraf, hingga bedah saraf," ungkapnya.
Selama MRI rusak, RSUD RAT terpaksa merujuk para pasien yang membutuhkan tindakan pemindaian ke Rumah Sakit Awal Bros di Kota Batam.
Untuk wilayah Kepri, MRI tergolong langka dan hanya dimiliki oleh dua rumah sakit tersebut.
Bambang menambahkan RSUD RAT Kepri yang berlokasi di Kota Tanjungpinang itu juga masih menunggu kedatangan alat pencetak (printer) khusus hasil foto MRI yang dikirim dari Jakarta untuk kebutuhan pengarsipan fisik.
"Kami perkirakan dalam dua minggu ke depan alat pencetak foto itu sudah tiba guna mengoptimalkan layanan MRI," katanya.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
