Logo Header Antaranews Kepri

TelkomGroup tanam 20 ribu mangrove di Jepara dan Manggarai Barat

Kamis, 6 Agustus 2026 10:51 WIB
Image Print
TelkomGroup berkolaborasi dengan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat dalam aksi penanaman 10.000 bibit mangrove di Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (ANTARA/Telkom Indonesia)

Batam (ANTARA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui TelkomGroup menanam 20.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim.

Program yang menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan GoZero% melalui pilar Save Our Planet itu juga dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Mangrove Internasional pada 26 Juli dan Hari Konservasi Alam Internasional pada 28 Juli.

VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri mengatakan perusahaan berkomitmen mengintegrasikan pengembangan infrastruktur digital dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami percaya bahwa keberlanjutan harus tumbuh bersama kemajuan teknologi. Karena itu, TelkomGroup tidak hanya membangun konektivitas digital, tetapi juga peduli terhadap kondisi alam, menjaga ekosistem, dan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Gunawan dalam keterangan resmi di Batam, Kamis.

Penanaman mangrove dilakukan di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara dan Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, masing-masing sebanyak 10.000 bibit.

Di Jepara, kegiatan difokuskan pada kawasan pesisir yang mengalami abrasi. Penanaman dilakukan bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan sejumlah pemangku kepentingan untuk memperkuat perlindungan alami garis pantai sekaligus memulihkan ekosistem mangrove.

Baca juga: BGN beri batas waktu bagi SPPG untuk pengurusan dokumen SLHS hingga 10 Agustus

Sementara di Desa Golo Sepang, penanaman dilakukan di kawasan pesisir yang memiliki nilai ekologis tinggi di sekitar wilayah operasional infrastruktur digital TelkomGroup. Program tersebut juga disertai pengembangan Rumah Edukasi Mangrove sebagai pusat pembelajaran, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Executive Vice President Telkom Regional III Rachmad Dwi Hartanto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

“Kami berkomitmen untuk terus menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan,” kata Rachmad.

Selain penanaman mangrove, TelkomGroup juga menggelar kegiatan edukasi melalui Rumah Edukasi Mangrove guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan ekosistem pesisir dan memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi lingkungan.

Telkom menyebutkan program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pembangunan rendah karbon sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di kawasan pesisir.

Sepanjang periode 2024 hingga 2026, TelkomGroup telah merealisasikan penanaman sebanyak 179.150 bibit mangrove di berbagai wilayah pesisir Indonesia sebagai bagian dari program rehabilitasi lingkungan dan penguatan ketahanan ekosistem pesisir.


Baca juga: PIJAR Telkom digunakan 718 ribu siswa, jangkau lebih dari 2.000 sekolah di Indonesia



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026