Logo Header Antaranews Kepri

Telin bahas soal AI bersama 2.300 delegasi dari 55 negara lewat BATIC 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 11:02 WIB
Image Print
Telin bahas soal AI bersama 2.300 delegasi dari 55 negara lewat BATIC 2026 (ANTARA/Telkom Indonesia)

Batam (ANTARA) - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, akan menggelar Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan menghadirkan lebih dari 2.300 delegasi dari lebih 600 perusahaan di 55 negara.

Chief Executive Officer Telin Abdul Rahman Ansyori mengatakan penyelenggaraan BATIC ke-11 mengusung tema “Uniting Ecosystem to Drive Connected Progress” sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI), komputasi awan (cloud), konektivitas, dan infrastruktur digital.

“BATIC terus berkembang seiring dengan perubahan lanskap industri digital. Memasuki penyelenggaraan ke-11, kami menghadirkan platform yang semakin relevan dengan arah perkembangan industri, mulai dari enterprise berbasis AI, infrastruktur digital yang semakin cerdas, hingga kolaborasi ekosistem yang lebih kuat,” kata Abdul Rahman dalam keterangan resmi, di Batam, Kamis.

Ia mengatakan BATIC kini tidak lagi sekadar menjadi forum industri telekomunikasi, tetapi berkembang menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan regulator, pelaku industri, investor, penyedia teknologi, hyperscaler, hingga komunitas inovasi digital dari berbagai negara.

Salah satu agenda baru pada BATIC 2026 adalah penyelenggaraan ignitePRO, forum eksekutif yang membahas transformasi perusahaan di era Autonomous AI.

Forum tersebut akan mengulas penerapan AI, keamanan siber, tata kelola, infrastruktur digital, hingga ekosistem cloud dalam mendukung transformasi bisnis.

Baca juga: TelkomGroup tanam 20 ribu mangrove di Jepara dan Manggarai Barat

Selain itu, konferensi utama BATIC akan membahas berbagai isu strategis, antara lain pengembangan kabel bawah laut (subsea cable), jaringan serat optik, komunikasi berbasis AI, inovasi cloud, platform digital, serta kemitraan strategis untuk memperkuat ekonomi digital di kawasan Asia Pasifik.

BATIC 2026 juga menghadirkan sejumlah program baru, seperti Expert Spotlight Sessions, lokakarya teknis, executive roundtable, hingga forum yang digelar bersama asosiasi industri global dan komunitas teknologi guna memperluas peluang kolaborasi lintas sektor.

Menurut Abdul Rahman, melalui BATIC dan ignitePRO, Telin ingin menciptakan ruang kolaborasi yang mampu memperkuat kemitraan strategis sekaligus mendorong lahirnya inovasi digital yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Ia menambahkan Indonesia dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi digital yang pesat dan berpotensi menjadi titik temu ekosistem digital regional maupun global.

Melalui penyelenggaraan BATIC 2026, Telin juga mendukung strategi TelkomGroup dalam memperkuat posisi Indonesia di ekonomi digital global melalui pengembangan konektivitas, kolaborasi lintas negara, serta transformasi digital berbasis ekosistem.

Baca juga: PIJAR Telkom digunakan 718 ribu siswa, jangkau lebih dari 2.000 sekolah di Indonesia



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026