
BC Kepri Usulkan Penambahan Tujuh Kapal Patroli

Karimun (Antara Kepri) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau mengusulkan penambahan tujuh kapal patroli cepat dengan kecepatan minimal 70 knot.
"Usulan itu merupakan bagian dari peremajaan kapal-kapal patroli cepat (speed boat) yang sudah tua dan kecepatannya kalah dari kapal patroli kastam Malaysia yang mencapai 65 knot," kata Kepala Bidang Pangkalan dan Sarana Operasi Kanwil Ditjen BC Kepulauan Riau Agus Wahyono di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Penambahan kapal patroli cepat, menurut dia, dimaksudkan untuk kegiatan patroli di sekitar perairan Karimun yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.
"Perairan Karimun yang bukan laut lepas membutuhkan kapal cepat yang mampu bermanuver dan mengalahkan kapal penyelundup yang terus berupaya menambah kecepatannya," ucapnya.
Saat ini, BC Kepri memiliki 12 kapal patroli cepat yang semuanya bermarkas di dermaga Ketapang Kanwil BC di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepri.
Kapal-kapal patroli cepat tersebut, rata-rata berusia tua dengan teknologi maupun kecepatannya jauh tertinggal dibandingkan kapal patroli negara tetangga.
"Kecepatan speedboat yang kita miliki paling tinggi 45 knot. Rata-rata bertipe 2 tak yang berisik, berasap dan kurang ekonomis karena boros bahan bakar," ucapnya.
Ia berharap, penambahan kapal patroli tidak hanya dilengkapi persenjataan canggih, tetapi juga mengusung teknologi terbaru yang ramah lingkungan.
"Kalau mengeluarkan asap tentu tidak ramah lingkungan," tukasnya.
Dari 7 unit kapal patroli cepat yang diusulkan, menurut Agus, sebanyak satu unit sudah disetujui dan dianggarkan pada 2013 oleh Ditjen BC.
"Baru satu kapal patroli cepat yang pengadaannya disetujui tahun ini. Mudah-mudahan tahun depan ditambah lagi," katanya.
Mengenai tambahan kapal patroli besar, ia mengaku belum mengetahui apakah BC Kepri mendapat jatah tahun ini.
"Kami belum tahu berapa unit tambahan kapal patroli besar untuk wilayah Kepri. Yang jelas, belum lama ini, Ditjen BC telah mengadakan lelang elektronik kapal patroli dengan panjang 60 meter, 40 meter dan 30 meter," kata dia.
Ia menambahkan, tambahan kapal patroli besar dengan panjang 60 meter diharapkan dapat memperkuat patroli di perairan lepas seperti Laut Natuna hingga Laut China Selatan.
"Kapal patroli besar berbahan baja aluminium dengan teknologi canggih kami harapkan dapat mengcover patroli di perairan Natuna," ucapnya. (Antara)
Editor: Ridwan Chaidir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
