
Hamas tegaskan komitmen rencana perdamaian Gaza meski ditolak Israel

Istanbul (ANTARA) - Kelompok pejuang Palestina Hamas menegaskan komitmen mematuhi peta jalan untuk melanjutkan tahapan kedua rencana perdamaian Gaza gagasan Donald Trump meski rezim zionis Israel menolak rencana tersebut.
Dalam pernyataan mereka, Ahad, Hamas menyatakan serius "terlibat secara bertanggung jawab" dalam implementasi rencana 15 poin tersebut dan menyusun jadwal yang jelas untuk pelaksanaannya.
"Prioritas pada tahap ini harusnya adalah untuk memastikan implementasi semua tahap dan kewajiban dalam kesepakatan," kata Hamas.
Baca juga: Iran dukung setiap keputusan Palestina selama proses negosiasi
Organisasi itu menyatakan bahwa proses (rencana perdamaian) tersebut harus bermuara pada gencatan senjata permanen, berakhirnya serangan Israel, penarikan penuh pasukan zionis, pembukaan kembali perbatasan, dan masuknya bantuan kemanusiaan serta pasokan untuk kebutuhan pengungsian.
Proses itu juga harus membuka jalan bagi dimulainya proses rekonstruksi di Gaza dan agar Komite Nasional Administrasi Gaza (NCAG) dapat segera melaksanakan kewenangannya.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hamas tegaskan setia pada rencana perdamaian Gaza meski ditolak Israel
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
