
DLH Natuna ajak warga tingkatkan kepedulian terhadap alam

Natuna (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengajak masyarakat menjadikan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan kekayaan alam di daerah itu.
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Natuna Harmidi, dikonfirmasi dari Natuna, Senin, mengatakan konservasi alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
Kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kekayaan alam, kebersihan, dan kelestarian lingkungan sekitar.
"Momentum Hari Konservasi Alam Nasional hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan," ucapnya.
Ia menjelaskan, pemerintah terus berupaya menjaga kekayaan alam Natuna melalui berbagai langkah, seperti dengan memasang papan imbauan di sejumlah lokasi strategis untuk mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, Pemkab Natuna juga telah menetapkan kawasan konservasi untuk melindungi Kekah, satwa endemik yang menjadi salah satu kekayaan alam daerah perbatasan tersebut. Pemerintah daerah juga memiliki kawasan konservasi mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir.
Tidak hanya keanekaragaman hayati, upaya pelestarian juga dilakukan terhadap kekayaan geologi Natuna, termasuk batuan purba. Kawasan yang memiliki nilai geologi tersebut dikembangkan sebagai bagian dari Geopark Nasional untuk menjaga warisan alam sekaligus mendukung edukasi dan pariwisata berkelanjutan.
Kekayaan tersebut kata dia, perlu dijaga agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.
"Kalau kepedulian terhadap alam sudah menjadi kebiasaan, manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi yang akan datang," ujar dia.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
