
Polres Natuna latih personel dengan kemampuan Dalmas

Natuna (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Kepulauan Riau melatih personel di wilayah perbatasan itu kemampuan pengendalian massa (Dalmas) tahap awal dan lanjut, saat menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie mengatakan bahwa latihan bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan Kamtibmas.
"Kami ingin seluruh personel memiliki kemampuan dan kesiapan yang baik. Latihan seperti ini penting untuk menjaga kekompakan, disiplin dan kemampuan personel dalam menjalankan tugas di lapangan,” kata Novyan di Natuna, Senin.
Latihan tersebut dilaksanakan pada Senin di Markas Komando Polres Natuna dengan jumlah peserta sebanyak 72 orang.
Novyan menjelaskan dalam latihan tersebut, Polres Natuna berupaya meningkatkan profesionalisme, pengendalian diri, dan sikap humanis personel dalam setiap tugas pengamanan.
Baca juga: Imigrasi Ranai buka layanan paspor di hari libur lewat Pasporia
Menurut dia, latihan juga bertujuan mengasah kemampuan personel agar dapat bertindak secara terukur dan sesuai prosedur.
"Melalui latihan yang dilaksanakan secara berkala, Polres Natuna berharap kemampuan teknis dan kesiapan personel Dalmas semakin optimal sehingga dapat memberikan respons yang cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi berbagai dinamika kamtibmas," katanya.
Kasat Samapta Polres Natuna AKP Ekky Sunanto mengatakan kegiatan itu merupakan bagian Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan). Pada latihan itu, personel mendapatkan materi sekaligus mempraktikkan sejumlah gerakan dan formasi pengendalian massa.
"Materi yang diberikan meliputi gerakan tangan berkaitan dan tali Dalmas, formasi bersaf, formasi banjar tiga, serta formasi paruh lembing," ujarnya.
Baca juga: Polresta Tanjungpinang tangani temuan kerangka manusia
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
