
Mentan Amran copot 14 pejabat

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot 14 pejabat Kementerian Pertanian karena dugaan penyimpangan uang miliaran rupiah, sebagai langkah memperkuat tata kelola dan integritas lembaga guna memperkuat reformasi birokrasi pertanian dan menjaga kepercayaan publik.
"Ada 14 (pejabat) kami copot, ada eselon I, ada eselon II, ada eselon III, dan tidak diberi jabatan, sementara diperiksa. Pelanggarannya intinya hubungannya dengan uang dan ada miliaran nilainya," kata Mentan di Jakarta, Selasa.
Amran menuturkan para pejabat eselon I, eselon II, hingga eselon III yang dicopot tersebut, saat ini sementara dinonaktifkan sambil menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementan untuk memastikan fakta dan kejelasan dugaan pelanggaran.
Menurut Amran, apabila pemeriksaan membuktikan adanya kerugian negara, kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum (APH) untuk diproses sesuai aturan yang berlaku agar seluruh proses hukum berjalan secara adil dan transparan.
Namun, apabila pejabat yang diperiksa terbukti tidak melakukan kesalahan, Kementan memastikan akan mengembalikan posisi mereka bahkan memberikan kesempatan pengembangan karier berdasarkan kinerja sebagai bentuk penghargaan terhadap prinsip objektivitas dalam birokrasi.
"Menyimpang dan itu nilainya miliaran uang titik, indikasinya ya dugaan. (Tetapi) Ini kan baru dugaan, tetapi karena dugaan, itu kami ingin organisasi ini berjalan, sehingga langsung kami tindaki," tegasnya.
Dia menambahkan salah satu pejabat yang dicopot memiliki hubungan keluarga dekat dengannya, tetapi keputusan tetap dijalankan karena kepentingan negara harus menjadi prioritas utama sebagai bukti keputusan tidak dipengaruhi hubungan pribadi.
Proses pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan tersebut diberikan waktu maksimal tiga bulan oleh Inspektorat Jenderal Kementan dengan harapan hasilnya dapat segera diketahui secara objektif dan memastikan penyelidikan berjalan dengan penuh kehati-hatian.
Lebih lanjut dia mengatakan pencopotan pejabat masih dapat berlanjut apabila ditemukan indikasi baru, karena pemerintah ingin memastikan seluruh jajaran Kementan mematuhi aturan, demi menjaga kualitas tata kelola pemerintahan yang terus membaik..
Amran menilai kejahatan tidak akan pernah berhenti sepenuhnya, sehingga pembangunan sistem meritokrasi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci menjaga pemerintahan yang bersih untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari penyimpangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mentan Amran copot 14 pejabat dugaan penyimpangan miliaran rupiah
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
