Logo Header Antaranews Kepri

Gempa NTT, BMKG catat 2.768 gempa susulan

Rabu, 19 Agustus 2026 08:56 WIB
Image Print
Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Kupang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu (19/8) pukul 06.00 WITA.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Arief Tyasmata di Kupang, Rabu, mengatakan dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan magnitudo 1,1.

"Total gempa bumi susulan hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, sebanyak 2.768 kejadian. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1," kata Arief.

Ia menjelaskan, dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 24 kejadian memiliki magnitudo di atas 5, sementara 81 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Menurut Arief, aktivitas gempa susulan hingga kini masih menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Berdasarkan grafik peluruhan gempa, BMKG belum melihat pola penurunan aktivitas yang jelas.

"Dari grafik peluruhan masih fluktuatif dan belum terlihat jelas pola peluruhannya," ujarnya.

Arief memperkirakan aktivitas gempa susulan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan untuk mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.

"Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil," katanya.

Dia mengatakan BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya serta mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah telah mengirimkan total 253 ton bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga hari kelima penanganan.

Teddy mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran pemerintah untuk terus mempercepat pengiriman dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

Dalam keterangan BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Rabu, Teddy mengatakan lima pesawat kembali diberangkatkan dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Rabu pukul 04.00 WIB dengan membawa 65 ton logistik menuju NTT.

"Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 4 pagi kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT, hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik," ujar Teddy.

Logistik yang dikirim terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak.

Pemerintah menyiapkan dua posko utama untuk mempercepat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere.

Dari Posko Labuan Bajo, bantuan didistribusikan menuju sejumlah wilayah, antara lain Manggarai dan Ngada. Sementara itu, bantuan dari Posko Maumere disalurkan menuju Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Distribusi logistik dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat. Jalur udara diperkuat dengan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil.

Untuk jalur laut, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah terdampak, sedangkan satu kapal rumah sakit hampir berlabuh.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG catat 2.768 gempa susulan M7,7 terjadi di Flores



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026