
Pemkab Natuna siaga hadapi potensi bencana kekeringan dan karhutla

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika dikonfirmasi di Natuna, Rabu, mengatakan Bupati Natuna telah menerbitkan surat edaran tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan karhutla di wilayah tersebut pada pekan pertama Agustus 2026.
“Surat edaran itu sebagai tindak lanjut peringatan dini dari BNPB, Kementerian Lingkungan Hidup, dan informasi BMKG terkait kondisi cuaca dan iklim,” katanya.
Ia mengatakan dalam surat edaran tersebut, Pemkab Natuna meminta seluruh aparatur pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan dan berkoordinasi dengan TNI, Polri, Manggala Agni, KPH Provinsi Kepri, OPD terkait, serta masyarakat.
Baca juga: Ekspor ikan Batam ke Singapura capai Rp125 M hingga Mei 2026
Pemkab Natuna juga mengaktifkan peran pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan dalam kesiapsiagaan bencana serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah menghadapi kekeringan dan karhutla.
Raja mengatakan masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana kepada Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Natuna melalui nomor darurat yang telah disediakan pemerintah daerah di nomor telepon 08117090117 atau kepada Disdamkarmat Natuna di nomor 077331113 serta Polres Natuna di nomor 110.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas perekonomian di Kabupaten Natuna.
"Masyarakat juga diminta menghemat air, menyiapkan cadangan air hujan, tidak membakar lahan atau sampah, serta mewaspadai cuaca panas dan angin kencang," katanya.
Baca juga: Prakiraan cuaca Kepri, Batam hingga Bintan potensi hujan pada pagi
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
