
Bulog Tanjungpinang mulai salurkan bantuan beras 30 kilogram

Tanjungpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mulai menyalurkan bantuan pangan cadangan beras pemerintah (CBP) tahap kedua kepada penerima manfaat untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus hingga September 2026.
Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan setiap penerima manfaat mendapatkan total bantuan 30 kilogram beras kualitas medium, atau 10 kilogram per bulan. Program ini sebagai wujud kehadiran negara dalam memastikan ketersediaan akses pangan yang merata.
"Bantuan pangan ini bertujuan meringankan beban pengeluaran keluarga berpendapatan rendah, menjaga daya beli masyarakat, serta mengendalikan gejolak harga dan inflasi pangan," kata Arief usai penyaluran bantuan pangan secara simbolis di Kelurahan Tanjung Unggat, Kota Tanjungpinang, Rabu.
Arief menyebut penerima manfaat bantuan pangan beras tersebar di empat wilayah kerja Bulog Cabang Tanjungpinang, mencakup Kota Tanjungpinang sebanyak 22.174 Kepala Keluarga (KK), lalu Kabupaten Lingga 17.006 KK, kemudian Kabupaten Bintan 13.015 KK, serta Kabupaten Kepulauan Anambas 6.467 KK.
Ia melanjutkan terdapat perubahan data penerima bantuan pangan untuk tahap kedua dibandingkan tahap pertama, salah satunya di Kota Tanjungpinang terjadi penurunan 1.206 penerima manfaat, dari 23.380 KK pada tahap pertama menjadi 22.174 KK di tahap kedua.
Perubahan data tersebut mengacu pada kebijakan pemerintah pusat melalui pemutakhiran data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang diolah oleh BPS RI.
"Makanya, ada penurunan atau kenaikan jumlah penerima manfaat, sesuai pembaruan data dari pusat," ucapnya.
Arief turut menegaskan beras yang disalurkan Bulog kepada masyarakat penerima manfaat merupakan beras dengan kualitas medium yang aman dan layak dikonsumsi.
Penyaluran beras ini diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga serta menekan fluktuasi harga beras, khususnya di wilayah Kepri.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
