Logo Header Antaranews Kepri

Danlanal Tarempa: Pengamanan Perbatasan NKRI Sangat Dinamis

Minggu, 6 Oktober 2013 21:56 WIB
Image Print

Anambas (Antara Kepri) - Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Tarempa Letkol Laut (P) Agung Jaya Saktika menyatakan pengamanan wilayah perbatasan NKRI di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, sangat dinamis karena rawan pelanggaran batas wilayah oleh asing.

"Perbatasan negara kita sangat dinamis dan sangat rawan pelanggaran. Cukup banyak pelanggar yang ditindak. Ada yang dilakukan kapal perang asing, yang biasanya langsung kita usir keluar dari wilayah perbatasan, ataupun 'illegal fishing' nelayan asing, yang biasanya ditangkap dan kita tindak," jelas Agung Jaya Saktika di Tarempa, Minggu.

Ia mengatakan, wilayah Kepulauan Anambas berbatasan dengan empat negara tetangga yakni Malaysia, Vietnam, Kamboja dan Thailand.

"Perbatasan yang dinamis ini sangat 'equivalent' dengan kerentanan pelanggaran batas wilayah, yang berisiko mengganggu kedaulatan dan keutuhan NKRI," katanya.

Ia mengatakan, terkait posisi Lanal Tarempa dan segenap jajaran TNI yang bertugas di Anambas, perefleksian diri dititikberatkan pada tugas TNI untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Menurut dia, beberapa permasalahan pelanggaran tapal batas yang dialaminya seperti masuknya kapal perang asing, yang biasanya dilakukan oleh Singapura, Malaysia dan Amerika yang memiliki basis di Singapura.

Agung menjelaskan, kapal perang tersebut sering mengadakan latihan dengan mengambil wilayah yang diakui sebagai Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

"Amerika memang bukan tidak mengakui ALKI tersebut, tapi mereka cenderung tidak meratifikasi ALKI. Sehingga kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan berkaitan dengan beberapa latihan di basis AL mereka yang berada di Singapura," jelas Agung.

Namun demikian, terhadap setiap pelanggar batas wilayah yang didapati oleh patoli AL, langsung diusir keluar dari perairan Indonesia.

Kerawanan lainnya, lanjut dia, adalah pencurian ikan yang dilakukan nelayan dari Malaysia, Vietnam dan Thailand walaupun akhir-akhir ini kapal ikan Thailand mulai jarang ditemui menangkap ikan di perairan Anambas.

Menurut dia, Thailand sudah menerapkan sistem, kapal-kapal eks Thailand yang telah ditangkap kemudian berbendera Indonesia menjalin kerja sama dengan Indonesia untuk mengambil ikan di wilayah Indonesia yang berada di atas lintang 3. Jadi mereka sudah punya izin.

"Cuma memang ada juga yang melanggar, mereka menangkap ikan di lintang 3 ke bawah. Itu juga kita tindak," ucap Agung.

Dijelaskannya, untuk menjaga wilayah perbatasan yang sangat dinamis ini perlu diadakan peningkatan seluruh fasilitas pendukung, terutama sejumlah kapal patroli yang ada di Lanal Tarempa.

Menurut dia, kapal patroli Lanal Tarempa adalah Kalbaruk, yang merupakan andalan utama, kemudian Patkamla Nusa, Patkamla Benoa, Patkamla Tarempa dan Patkamla Serasan ditambah dengan "sea rider" dari Bakorkamla.

"Khusus Patkamla Serasan sudah rusak, diganti dengan Patkamla Siantan. Tapi statusnya juga masih pinjam pakai dari pemerintah daerah," katar Agung.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026