
Ibu-ibu terbantu Gerakan Pangan Murah Pemkot Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA) - Sejumlah ibu rumah tangga terbantu dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), karena harga kebutuhan pokok dijual lebih rendah dibandingkan harga pasaran.
"Selisih harga di GPM dan di pasaran cukup membantu meringankan pengeluaran kebutuhan dapur, dengan kondisi ekonomi yang terbatas," kata seorang ibu rumah tangga Novi saat berbelanja GPM di halaman Kantor Dishub Sei Carang, Bintan Center, Jumat pagi.
Novi berbelanja beras, telur, gula dan minyak goreng, dengan harga yang terjangkau. Harga telur di GPM sebesar Rp48 ribu per papan (30 butir), sedangkan di swalayan sekitar Rp53 ribu per papan.
Sementara beras dijual Rp58 ribu per lima kilogram, sedangkan di pasaran sekitar Rp61 ribu sampai Rp62 ribu per kilogram.
Novi mengaku mengetahui informasi GPM dari temannya yang membagikan informasi kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa kembali digelar dan informasinya bisa lebih luas.
"Kalau bisa ada lagi di awal bulan, pas baru gajian. Lumayan, bisa belanja kebutuhan dapur dengan harga lebih murah," ucapnya.
Hal serupa dirasakan ibu rumah tangga lainnya Waginah. Ia membeli beras, telur serta minyak goreng "Minyakita" dua liter seharga Rp30 ribu.
"Minyak makan lumayan murah, dua liter cuma Rp30 ribu. Kalau di warung, bisa Rp32 ribu per dua liter," katanya.
Waginah juga mengetahui informasi GPM dari grup RT di lingkungan tempat tinggalnya. Ia berharap harga kebutuhan pokok semakin terjangkau, sehingga masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Terima kasih kepada Pemkot Tanjungpinang yang sudah mengadakan kegiatan seperti ini," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kota Tanjungpinang Robert Lukman mengatakan GPM tersebut digelar dalam rangka perayaan HUT Ke-81 RI. Kegiatan dilaksanakan dua hari, Kamis (20/8) dan Jumat (21/8).
Menurut dia, GPM menjadi upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
"Selain membantu meringankan beban masyarakat, kami juga memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia," kata Robert.
Ia menyampaikan sejumlah komoditas yang paling banyak diminati masyarakat dalam GPM yakni beras SPHP, telur, cabai, gula pasir dan minyak goreng. Komoditas tersebut dijual sekitar 10-15 persen di bawah harga pasar.
Dia menyebut jumlah komoditas yang disediakan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika permintaan meningkat, stok ditambah. Bulog menyediakan sekitar dua ton beras dan 2.400 liter minyak goreng. Sementara cabai merah yang dijual berasal dari petani lokal dengan stok sekitar 60 kilogram.
"Selama ini kita punya mitra yang sudah menjadi vendor, di antaranya Bulog, Sari Mart, gerai pangan, telur ras dan asosiasi penyedia bahan pokok," kata dia.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
