Logo Header Antaranews Kepri

Amerika Serikat ancam sanksi China jika berbisnis dengan Iran

Selasa, 25 Agustus 2026 12:03 WIB
Image Print
Ilustrasi - Perang dagang antara China dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py/am.)

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat memperingatkan China dan negara lain atas risiko sanksi sekunder yang semakin tinggi jika mereka berbisnis dengan Iran, seiring peluncuran kampanye baru AS untuk memutus jalur ekonomi vital Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye "Operation Economic Outcast" itu berfokus pada lima sektor ekonomi Iran, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

"Mereka yang berdiri bersama Amerika Serikat akan menuai manfaat dari kemitraan kami. Mereka yang mengikat diri pada rezim Iran harus bersiap untuk ikut merasakan isolasi yang dialami rezim terpuruk itu," kata Bessent dalam konferensi pers di Washington D.C., AS, Senin (24/8).

Dia menegaskan tak ada pihak yang kebal terhadap sanksi AS. Bessent pun menekankan entitas atau negara mana pun, termasuk China sebagai mitra dagang utama Iran, dapat menjadi sasaran dalam operasi baru AS itu.

Baca juga: Tour de Bintan 2026 sukses, 616 pesepeda mancanegara ramaikan Bintan

"Setiap negara memiliki batas waktu yang telah ditetapkan untuk menghentikan aktivitas-aktivitas yang telah kami identifikasi. Jika mereka tidak mengambil tindakan, maka kami akan melakukannya secara sepihak melalui kewenangan Departemen Keuangan AS," kata Bessent.

Dia menambahkan saat ini adalah saatnya bagi para pemimpin dunia untuk mengambil keputusan antara kemakmuran dan isolasi, perdamaian dan teror, serta Amerika dan Iran.

Namun, pemerintahan Trump tidak mengungkapkan rincian upaya terbarunya untuk memberikan tekanan ekonomi.

Sumber: Kyodo



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS ancam sanksi China jika nekat berbisnis dengan Iran



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026