
Iran dan Oman sepakat tetapkan jalur transit sementara di Selat Hormuz
Washington (ANTARA) - Iran dan Oman telah sepakat menetapkan jalur transit sementara selebar tujuh mil melalui Selat Hormuz, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Selasa (24/8).
Namun demikian, dalam wawancara dengan televisi Iran, Gharibabadi menekankan kesepakatan itu tidak berarti jalur perairan strategis Selat Hormuz dibuka kembali.
Dia menjelaskan rute yang disepakati itu akan melintasi perairan teritorial Iran saat kapal masuk, sementara saat kapal keluar juga sebagian melewati perairan Iran.
"Lebar jalur transit yang disepakati dengan Oman di Selat Hormuz adalah tujuh mil (sekitar 11,3 Km)," kata Gharibabadi dengan menyebut jalur tersebut sebagai pengaturan sementara.
Iran dan Oman akan melakukan perundingan lanjutan selama 30 hingga 60 hari untuk menentukan jalur permanen serta pengaturan pengelolaan pelayaran melalui selat tersebut.
Baca juga: Rubio sebut AS tak berencana lanjutkan serangan militer ke Iran
Gharibabadi menegaskan lagi bahwa kesepakatan dengan Oman itu tidak boleh ditafsirkan sebagai pembukaan kembali Selat Hormuz.
"Selat Hormuz ditutup dan kami memiliki kendali penuh atasnya," ucapnya.
Dia juga membantah klaim bahwa kapal-kapal sudah melintasi jalur tersebut. Menurut Gharibabadi, pengaktifan jalur bersama yang disepakati dengan Oman itu juga akan berarti penutupan jalur selatan.
Kedua negara sepakat memulai perundingan teknis mengenai jalur alternatif dari rute historis tersebut.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran dan Oman sepakati jalur transit sementara Selat Hormuz
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.