
Bulog Natuna mulai salurkan bantuan pangan beras 30 kilogram

Natuna (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 9.054 penerima bantuan pangan (PBP) untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Pencius Siburian di Natuna, Jumat, mengatakan penyaluran perdana dilakukan pada Jumat pagi di Kecamatan Bunguran Selatan.
Total penerima di wilayah itu, kata dia, sebanyak 129 PBP. Setiap PBP menerima bantuan sebanyak 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan penyaluran.
Ia mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus membantu meringankan beban masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan.
"Perum Bulog mendapat amanah dari pemerintah untuk menyalurkan bantuan beras secara tepat sasaran, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat jumlah," ucapnya.
Ia menyebut, penyaluran perdana dilakukan oleh Bupati Natuna Cen Sui Lan. Sementara penerima, merupakan masyarakat kurang mampu sesuai dengan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN).
Ia menjelaskan jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Natuna kali ini mengalami peningkatan dibandingkan penyaluran periode awal tahun. Pada periode itu, jumlah PBP tercatat sebanyak 7.321 penerima, sedangkan pada penyaluran kali ini meningkat menjadi 9.054 penerima atau bertambah sekitar 23,67 persen.
Namun, lanjut dia, jenis komoditas bantuan yang diberikan kali ini mengalami pengurangan. Jika pada periode sebelumnya PBP menerima beras dan minyak goreng, pada periode kali ini bantuan yang diberikan hanya berupa beras.
Pencius meminta masyarakat yang menerima bantuan agar memanfaatkan beras tersebut untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan tidak menjualnya.
"Kami mohon kepada bapak ibu apabila sudah mendapatkan berasnya agar tidak menjual. Bantuan ini untuk bapak ibu semua, jadi mari dimanfaatkan dan dibawa pulang untuk dimasak," katanya.
Sementara itu, Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan peningkatan jumlah penerima bukan disebabkan bertambahnya masyarakat kurang mampu. Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena pendataan masyarakat dilakukan kembali secara lebih menyeluruh dan tepat sasaran.
Ia menjelaskan, pendataan ulang dilakukan untuk memastikan bantuan pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, penerima bantuan yang tercatat saat ini merupakan warga yang telah diverifikasi berdasarkan kondisi ekonomi dan keadaan mereka.
"Jumlah penerima bertambah karena pemerintah daerah menginstruksikan camat dan kepala desa mendata ulang desil. Pendataan dilakukan agar bantuan tepat sasaran, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat menerima bantuan sesuai kondisi dan hasil verifikasi," ucapnya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
