Logo Header Antaranews Kepri

Lebanon tegaskan tolak wilayah selatan jadi zona penyangga bagi Israel

Selasa, 1 September 2026 11:58 WIB
Image Print
Arsip foto - Asap membubung di atas kota Zawtar al-Sharqiyah (Zawtar Timur) di Kegubernuran Nabatieh, Lebanon selatan, menyusul tembakan artileri dan serangan udara Israel yang melanggar perjanjian gencatan senjata dan kesepakatan kerangka kerja pada 12 Agustus 2026. ANTARA/Ramiz Dallah - Anadolu Agency /pri.

Beirut (ANTARA) - Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri pada Senin mengatakan bahwa Lebanon selatan tidak dapat dijadikan zona penyangga bagi Israel, karena tanggung jawab atas pertahanan dan rekonstruksi wilayah itu berada di tangan Beirut.

"Selatan adalah bagian integral dari Lebanon, dan tanggung jawab atas pertahanannya, bersama dengan penduduknya, dan atas rekonstruksinya berada di tangan negara. Kami tidak akan menyetujui selatan menjadi zona penyangga atau zona keamanan," kata Berri, berbicara pada peringatan wafatnya Imam Musa Al-Sadr.

Lebanon tidak boleh melepaskan haknya untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas tindakannya. Ia menambahkan bahwa pelepasan hak itu berarti melepaskan kedaulatan negara.

Lebanon dan Israel telah menyepakati kerangka kesepakatan yang dimediasi AS pada 26 Juni.

Sumber: Sputnik



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lebanon tolak wilayah selatan jadi zona penyangga Israel



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026