
Pemprov Kepri dan OJK terus berupaya perkuat pemanfaatan teknologi keuangan di daerah

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat pemanfaatan teknologi keuangan guna memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
"Pemanfaatan teknologi dalam sektor keuangan dapat memperluas akses pembiayaan, memperkuat pelaku UMKM, serta mengembangkan potensi ekonomi unggulan daerah," kata Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Tanjungpinang, Rabu.
Wagub juga menekankan transformasi digital harus menjadi bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kepri.
Menurutnya karakteristik Kepri sebagai daerah kepulauan menjadikan pemanfaatan teknologi memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan layanan, termasuk layanan keuangan hingga ke wilayah-wilayah terdepan dan perbatasan.
"Pulau yang jauh tidak berarti jauh dari layanan keuangan. Masyarakat maupun UMKM di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal dalam mengakses teknologi maupun akses terhadap pasar dan pembiayaan," ujarnya.
Wagub Nyanyang turut menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya dengan mendorong penggunaan transaksi non-tunai.
Ia menyebut digitalisasi harus terintegrasi dengan pembukuan usaha, pemanfaatan data transaksi, perluasan akses pembiayaan, pemasaran digital, serta peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Baca juga: Gubernur pastikan Kepri aman untuk investasi
"Karena itu, kami bersama OJK terus mendorong percepatan digitalisasi UMKM, perluasan pembiayaan sektor produktif, penguatan pembayaran digital dan transaksi pemerintah daerah, serta peningkatan literasi dan pelindungan konsumen," katanya.
Sementara, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Adi Budiarso mengatakan pemanfaatan teknologi di sektor keuangan memiliki potensi besar untuk membuka akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau oleh layanan keuangan konvensional.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas daerah dengan melibatkan regulator, pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan masyarakat.
"Perkembangan ekonomi digital harus mampu memberikan manfaat yang semakin luas dengan tetap menjaga kepercayaan, keamanan, serta keberlanjutan ekosistem," katanya.
OJK sendiri, lanjut Adi, telah mengembangkan sejumlah inisiatif pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) dalam mendukung pengembangan ekonomi daerah. Salah satunya melalui digitalisasi ekosistem sapi perah di Jawa Timur menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP).
Penerapan ERP tersebut mendukung pencatatan aktivitas usaha secara lebih terstruktur sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai data alternatif dalam pembentukan pemeringkatan kredit.
Ia menjelaskan model ini mengintegrasikan pelaku usaha, koperasi, lembaga keuangan, offtaker, perusahaan asuransi, serta penyelenggara ITSK, khususnya Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK).
"Model ini dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan di Kepri dengan menyesuaikan karakteristik, potensi, dan kebutuhan ekonomi daerah," demikian Adi.
Baca juga: Pemkab Natuna padamkan kebakaran lahan 45 hektare
Pewarta : Ogen
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
