
Peneliti Jepang kembangkan program pendidikan bantu atasi kesepian anak

Tokyo (ANTARA) - Peneliti Jepang mengembangkan program pendidikan baru untuk membantu mengatasi masalah kesepian dan isolasi sosial di kalangan anak, sekaligus mengubah pandangan anak terhadap kesendirian.
Para ahli mengatakan mengalami isolasi sosial dan kesepian selama masa remaja kerap dikaitkan dengan depresi, bunuh diri, dan menarik diri dari lingkungan sosial, sehingga meningkatkan risiko masalah kesehatan mental di kemudian hari.
Program yang dikembangkan tim peneliti dari University of Tsukuba, Hirosaki University, dan Toyo Gakuen University tersebut melihat bahwa siswa sekolah menengah pertama yang mengikuti program menunjukkan penurunan gejala depresi dan peningkatan kemampuan meminta bantuan.
Baca juga: KPK ungkap telah geledah perusahaan tambang terkait kasus KPP Banjarmasin
Program yang dinamakan "e-Bocchi", atau Education for Boosting Communication and Confidence for Healthy Independence (Pendidikan untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Kepercayaan Diri demi Kemandirian yang Sehat) itu, terdiri atas tiga sesi masing-masing selama 50 menit.
Dalam sebuah penelitian, para peneliti menganalisis respons siswa sebelum dan setelah program tersebut diterapkan di sejumlah sekolah menengah pertama di Jepang. Hasilnya menunjukkan bahwa gejala depresi dan perasaan kesepian menurun, sementara harga diri dan kemampuan mencari bantuan meningkat.
Sumber: Kyodo-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang kembangkan program pendidikan untuk atasi kesepian anak
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
