
Korban banjir Nepal bertambah jadi 1.204 orang
Moskow (ANTARA) - Korban meninggal akibat banjir bandang yang terjadi di Nepal terus bertambah menjadi 1.204 orang, lapor kantor berita Xinhua, yang mengutip Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal pada Rabu (2/9).
Sebelumnya surat kabar Kathmandu Post melaporkan 1.127 korban tewas dalam bencana tersebut.
Otoritas Bencana pada Selasa (1/9) mengatakan sebanyak 330 warga negara asing berhasil diselamatkan pascabanjir.
Banjir bandang menyapu wilayah utara Nepal pada Rabu pagi, 26 Agustus, setelah aliran air yang sangat deras dari China menerjang Sungai Bhote Koshi.
Banjir tersebut terjadi setelah sebuah gletser menyusut dan memicu tanah longsor.
Sementara itu, Pemerintah China kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nepal setelah banjir bandang disertai lumpur yang terjadi di perbatasan kedua negara.
"Gelombang kedua pasokan bantuan yang diberikan China kepada Nepal diharapkan akan dikirim hari ini. Pasokan ini mencakup barang-barang yang sangat dibutuhkan seperti drone, peralatan dan 'reagen' untuk pengujian DNA, serta peralatan untuk pemurnian air dan penerangan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (1/9).
Sebelumnya, Guo Jiakun menyebut China telah memberikan bantuan tunai darurat dan bantuan kemanusiaan kepada Nepal. Gelombang pertama bantuan sebanyak 50 ton telah tiba di ibu kota Nepal, Kathmandu.
"Para ahli pengujian DNA China juga akan segera berangkat ke daerah-daerah yang terkena bencana untuk membantu Nepal dalam operasi mereka," tambahnya.
Ia menyebut kerja sama penyelamatan dan bantuan internasional adalah keputusan politik penting China dalam mewujudkan persahabatan dengan Nepal.
Namun, Guo Jiakun mengaku bahwa jalan dan komunikasi masih terputus di daerah yang terkena longsor ditambah ada risiko keselamatan besar akibat bencana sekunder.
"Operasi penyelamatan dan bantuan intensif masih berlangsung. China akan memberikan informasi terkini tepat waktu tentang bencana dan operasi penyelamatan dan bantuan," ungkapnya.
Saat ini, ia menyebut China sedang melakukan segala upaya untuk mencari dan menyelamatkan warga negara China dan warga negara asing yang masih belum ditemukan.
"Pada saat yang sama, kami menjaga komunikasi yang erat dengan kedutaan asing di China untuk bersama-sama mengidentifikasi warga negara asing yang hilang dan menangani masalah tindak lanjut dengan tepat," ujarnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Korban bencana Nepal bertambah jadi 1.204 orang
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.