
BMKG deteksi lonjakan titik panas di Pulau Sumatera

Pekanbaru, (ANTARA) - BMKG Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi lonjakan 2.671 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data pada Jumat pukul 07.00 WIB .
Prakirawan BMKG Pekanbaru Putri Santy Siregar mengungkapkan sebaran titik panas ini tersebar di 9 provinsi, dengan lonjakan tertinggi terdeteksi di Sumatera Selatan (SUmsel) yang mencapai 1.583 titik.
"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Bangka Belitung dengan 312 titik, Jambi 330 titik, Riau 234 titik, Lampung 115 titik, dan disusul Bengkulu 39 titik, Kepulauan Riau 29 titik, Sumatera Barat 21 titik, dan Sumatera Utara delapan titik," katanya.
Sementara itu Provinsi Riau dengan 235 titik panas tersebar di 10 kabupaten/kota. Kabupaten Inderagiri Hilir menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 79 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 42 titik, dan Kabupaten Bengkalis 35 titik.
Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti (28), Pelalawan (27), Siak (12), Kuantan Singingi (6), serta Kota Pekanbaru dan Kampar masing-masing satu.
Akibat banyaknya titik panas ini jarak pandang di Pekanbaru pada Kamis (3/9) malam terpantau hanya lima kilometer dengan kondisi berasap. Sedangkan kualitas udara pada dini hari dan pagi berdasarkan Konsentrasi Partikulat 2,5 masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menggelar Shalat Istisqa guna memohon diturunkannya hujan dan meminta kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah provinsi segera berakhir.
"Kemarau dan kekeringan melanda kita, bahkan karhutla masih terus terjadi. Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia, di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk Shalat Istisqa (minta hujan)," ujar Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) saat menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan.
Selain usaha teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, kata dia, doa bersama dinilai menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG deteksi lonjakan 2.671 titik panas di Pulau Sumatera
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
