
Indonesia tawarkan 32 proyek investasi ke Jepang

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menawarkan 32 proyek investasi strategis dari sembilan BUMN/BUMD dengan nilai investasi indikatif Rp207,64 triliun kepada para investor Jepang.
Sejumlah proyek yang ditawarkan mencakup sektor jalan dan jalan tol, pengembangan kawasan hunian (housing and township development), properti komersial, perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, serta fasilitas fabrikasi baja (steel fabrication).
"Seluruh proyek tersebut telah dikurasi dan dipersiapkan sebagai peluang investasi yang menarik untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan mitra strategis Jepang," kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Melalui forum Indonesia-Japan Transportation and Infrastructure Busineess Forum and Business Matching 2026, Pemerintah berupaya mempertemukan pemilik proyek Indonesia dengan 50 perwakilan dari 36 perusahaan Jepang.
Forum tersebut digelar oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bersama Kementerian Koordiantor Bidang Perekonomian.
Untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen pada 2029, Pemerintah terus mendorong investasi produktif yang dapat meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Jepang merupakan salah satu mitra yang paling konsisten dan terpercaya dalam mendukung pembangunan Indonesia, yang tercermin antara lain melalui dukungan terhadap berbagai proyek strategis seperti MRT Jakarta dan Pelabuhan Patimban.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia tawarkan 32 proyek investasi strategis ke investor Jepang
Pewarta : Bayu Saputra
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
