Logo Header Antaranews Kepri

Prabowo pimpin ratas terkait dampak erupsi Anak Krakatau, akan disiarkan terbuka

Senin, 7 September 2026 13:58 WIB
Image Print
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto dalam jamuan santap siang dan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). ANTARA/Prisca Triferna

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin rapat terbatas penanganan dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, penanggulangan bencana gempa di NTT, dan penanganan karhutla dengan sejumlah kepala daerah melalui sambungan video-conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Rapat terbatas itu, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, dijadwalkan berlangsung pada Senin siang. Informasi yang dihimpun dari sumber Istana, rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.

Terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah berlangsung selama akhir pekan lalu, Presiden Prabowo telah mengeluarkan imbauan untuk masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Presiden meminta masyarakat mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan serta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta mematuhi aturan zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

"Saudara-saudara kita yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan kawasan sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti seluruh arahan pemerintah dan petugas di lapangan, dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dan patuhi sepenuhnya zona bahaya serta batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang," kata Presiden Prabowo dalam siaran resminya di Jakarta, Minggu (6/9).

Presiden Prabowo memastikan pemerintah senantiasa memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan menerima laporan serta informasi terkini dari jajaran terkait.

Sementara itu, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menyatakan penutupan sementara pada bandar udara terdampak merupakan langkah memitigasi demi menciptakan keselamatan penerbangan dari erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

"Ini merupakan langkah mitigasi untuk mendukung keselamatan penerbangan dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik di ruang udara," kata kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Informasi aeronautika akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi aktual dan informasi keselamatan penerbangan," ujarnya.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

AirNav Indonesia menyatakan enam bandara berstatus closed akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau demi menjaga keselamatan operasional penerbangan.

"AirNav kembali memperbarui informasi aeronautika terkait status operasional sejumlah bandar udara yang terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," ucapnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden Prabowo pimpin ratas terkait dampak erupsi Anak Krakatau



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026