
Polres Karimun perkuat peran bhabinkamtibmas dalam mencegah kasus bunuh diri

Tanjungpinang (ANTARA) - Polres Karimun, Polda Kepulauan Riau (Kepri), memperkuat peran personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) guna mencegah terjadinya kasus bunuh diri di wilayah tersebut.
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani mengatakan dua kasus dugaan bunuh diri di Kabupaten Karimun belakangan ini harus menjadi perhatian serius jajaran kepolisian sekaligus memperkuat upaya pencegahan melalui pendekatan sosial dan kepedulian masyarakat.
"Melalui Bhabinkamtibmas, kepolisian berupaya membangun komunikasi lebih dekat dengan warga, sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui lebih dini dan tidak berkembang menjadi kondisi membahayakan," kata AKBP Yunita di Karimun, Sabtu.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas ketika menghadapi persoalan kehidupan, baik itu menyangkut persoalan keluarga, tekanan ekonomi, maupun beban psikologis.
Menurutnya, persoalan yang berat perlu dihadapi dengan cara mencari bantuan dari keluarga maupun pihak profesional, bukan dengan mengakhiri kehidupan.
"Rasa ingin bunuh diri sering kali dipicu oleh depresi, kecemasan ekstrem, atau tekanan hidup yang berat. Segera cari bantuan, psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi dan penanganan yang tepat," ujarnya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada warga yang terhimpit masalah hidup agar dapat berbicara dengan orang lain, terutama profesional yang tidak menghakimi.
Kapolres menekankan pentingnya rasa kepedulian sesama saat melihat teman atau keluarga yang menunjukkan tanda-tanda depresi berat atau menyatakan keinginan untuk mengakhiri hidup.
"Temani dan jangan tinggalkan mereka sendirian. Apabila berada dalam situasi bahaya, segera hubungi profesional atau dampingi pergi ke puskesmas/rumah sakit terdekat, termasuk menghubungi Bhabinkamtibmas di wilayah sekitar," ucap AKBP Yunita.
Kapolres turut menambahkan pencegahan bunuh diri bukan menjadi tanggung jawab kepolisian semata, namun diperlukan keterlibatan keluarga, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang berada paling dekat dengan kehidupan warga.
Polres Karimun terus memperkuat langkah-langkah preventif dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
Baru-baru ini dua peristiwa bunuh diri di dua wilayah berbeda terjadi di Karimun pada hari yang sama.
Peristiwa pertama di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kamis (10/9) sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang pria berinisial YA (40) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.
Berdasarkan informasi awal kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan sebelumnya pernah mendapatkan penanganan medis
Peristiwa kedua terjadi di Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang pria lanjut usia berinisial B (80) ditemukan meninggal dunia di rumahnya.
Dari keterangan awal yang dihimpun kepolisian, korban diduga mengalami tekanan psikologis berkaitan dengan penyakit menahun yang telah lama dideritanya.
Kedua kejadian ini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental dan tekanan kehidupan membutuhkan perhatian serius dari lingkungan terdekat.
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
