Logo Header Antaranews Kepri

Kepri pacu bangun kualitas SDM lewat CKG & penurunan stunting

Minggu, 13 September 2026 09:38 WIB
Image Print
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan capaian program CKG di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Jumat (11/9/2026). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) memacu pembangunan kualitas sumber daya manusia di daerah itu melalui percepatan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga penurunan kasus stunting.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan kesehatan merupakan salah satu urusan wajib pemerintahan daerah (pemda) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Karena itu pihaknya mengalokasikan anggaran kesehatan lebih dari 12 persen pada tahun 2026 atau di atas batas minimal yang diwajibkan Undang-Undang.

"Kesehatan ini penting karena derajat kesehatan menjadi salah satu indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka semua masyarakat di Kepri harus sehat," ucapnya di Tanjungpinang, Sabtu.

Pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah pusat di sektor kesehatan, seperti pemeriksaan CKG.

Ia mengakui capaian pelaksanaan Program CKG di Kepri masih perlu ditingkatkan. Dari target sasaran 2,2 juta penduduk Kepri, baru 21 persen atau sekitar 496 ribu orang yang telah mengikuti CKG.

Karena itu ia meminta pemerintah kabupaten/kota bersama jajaran Dinas Kesehatan memperkuat kolaborasi dan tidak menjadikan kondisi geografis kepulauan sebagai alasan untuk memperlambat pelaksanaan program.

"Jangan sampai persoalan klasik karena geografis kepulauan, jadi alasan. Saya hanya perlu komitmen teman-teman bupati dan wali kota bersama Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk menyukseskan Program CKG," ujarnya.

Selain CKG, Gubernur Ansar menyoroti persoalan stunting di Kepri. Berdasarkan hasil survei E-PPGBM menunjukkan angka stunting Kepri berada pada kisaran tiga persen, sementara berdasarkan survei SSGI angkanya masih sekitar 15 persen.

Perbedaan data tersebut menjadi alasan bagi pemerintah untuk terus melakukan intervensi dan evaluasi penanganan stunting.

"Upaya pencegahan stunting terus kita lakukan, antara lain melalui perbaikan pola asuh, pemberian tablet tambah darah bagi anak sekolah, serta penguatan berbagai program kesehatan sejak masa kehamilan," ujarnya.

Ansar menyebut keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat, organisasi kemasyarakatan, PKK, organisasi keagamaan dan berbagai kelompok masyarakat, perlu dilibatkan guna memperluas edukasi kesehatan hingga ke tingkat paling bawah.

Ia meminta kader posyandu menjadi salah satu ujung tombak dalam mengajak masyarakat memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan secara gratis.

Selanjutnya Gubernur Ansar berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat peningkatan layanan kesehatan di Kepri, sekaligus menjadikan provinsi kepulauan ini sebagai salah satu daerah percontohan dalam pelaksanaan program kesehatan nasional.

"Mari bergerak cepat bersama serta mengajak masyarakat menjaga kesehatan, dengan mendorong percepatan Program CKG serta penurunan stunting secara masif," kata Ansar.



Pewarta :
Editor: Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026