Logo Header Antaranews Kepri

Tim SAR perluas area pencarian rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda

Senin, 14 September 2026 12:53 WIB
Image Print
Tim SAR melaksanakan kegiatan pemberian arahan singkat dalam Operasi SAR pencarian delapan warga yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, Senin (14/9/2026). (ANTARA/ZUBI MAHROFI)

Pandeglang (ANTARA) - Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Banten, memasuki hari ketujuh operasi pencarian.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto di Pandeglang, Banten, Senin mengatakan total luas area pencarian pada hari ketujuh mencapai 6.649 nautical mile (NM) persegi.

"Untuk hari ini luas area di arus permukaan air itu seluas 4.586 nautical mile persegi, kemudian untuk luas area pencarian udara itu 2.063 nautical mile persegi," katanya.

Luas area pencarian tersebut, ia menambahkan, lebih besar dibandingkan pelaksanaan pencarian pada Minggu (13/9) yang mencapai 6.010 NM persegi.

Baca juga: Basarnas perluas pencarian KM Balama GT 27

Ia menyampaikan perluasan area dilakukan sebagai bagian dari upaya Tim SAR Gabungan untuk meningkatkan peluang menemukan delapan warga yang hingga kini masih hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Rizky mengatakan perkembangan hasil pencarian dan kondisi di lapangan akan terus menjadi bahan evaluasi dalam menentukan strategi operasi SAR selanjutnya.

"Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan nanti kita lihat dari hasil pelaksanaan hari ketujuh ini sehingga nanti jadi bahan evaluasi kita, apakah operasi akan kita hentikan ataupun diperpanjang," ujarnya.

Sebanyak 18 kapal dikerahkan terdiri atas unsur TNI Angkatan Laut, Polairud, dan Basarnas. Unsur TNI AL meliputi tiga KRI, satu KAL, dan satu RBB. Sementara dari unsur Polairud terdapat delapan kapal. Basarnas mengerahkan tiga KN SAR dan dua RIB.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tim SAR perluas area pencarian jurnalis hilang kontak di Selat Sunda



Pewarta :
Editor: Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026