Logo Header Antaranews Kepri

Buruh Batam Kembali Turun ke Jalan Kawal UMK

Selasa, 29 Oktober 2013 11:12 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Buruh Kota Batam mendatangi kantor pemerintah kota untuk mengawal pembahasan upah minimum kota (UMK) 2014 dengan agenda penetapan nilai kebutuhan hidup layak (KHL) sebagai dasar penentuan upah.

Selasa pagi, ratusan buruh yang didominasi massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Batam sudah tampak berkumpul di depan Kawasan Industri Batamido, Mukakuning.

Sejumlah polisi juga sudah nampak bersiaga untuk mengawal pergerakan buruh ke kantor pemerintah kota di Batam Centre yang berjarak sekitar delapan kilometer.

Koordinator Garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto mengatakan akan mengawal pembahasan UMK agar buruh tidak lagi mendapat upah murah.

"Sejak awal pembahasan kami sudah mengawalnya. Kami terus akan mengawal sampai nilai UMK ditetapkan," kata dia.

Berapapun angka KHL yang akan diputuskan, kata dia, buruh meminta agar UMK 2014 naik 50 persen dari UMK 2012 sebesar Rp2,04 juta perbulan.

"Hari ini akan ada tujuh sampai 10 ribu buruh yang akan turun kawal UMK," kata Suprapto.

Anggota Dewan Pengupahan Kota Batam dari FSPMI Muhammad Mustofa mengatakan ada tiga usulah KHL yang diajukan dalam pembahasan pada Jumat (25/10) yang berakhir buntu dan dilanjutkan hari ini.

Pihak Apindo Kota Batam, kata dia, mengusulkan angka Rp2.051.909, sementara perwakilan pemerintah Rp2.138.759 dan perwakilan pekerja mengajukan angka Rp2.328.250, naik Rp288.250 dari UMK 2013.

"Semua masih berkeras pada pendiriannya. Sehingga pembicaraan dilanjutkan hari ini," kata dia.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026