Logo Header Antaranews Kepri

Pemkab Lingga fokus lakukan pendinginan pasca karhutla

Kamis, 1 Oktober 2026 18:55 WIB
Image Print
Pendinginan pascakarhutla di Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (1/10/2026) oleh personel gabungan. ANTARA/HO-BPBD Lingga

Natuna (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga, Kepulauan Riau, bersama kepolisian, TNI, dan pemangku kepentingan terkait fokus melakukan pendinginan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk memastikan tidak ada lagi titik api dan mencegah kebakaran kembali terjadi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal, dikonfirmasi dari Natuna, Kamis, mengatakan karhutla di wilayah tersebut telah berlangsung selama satu bulan.

Menurut dia, api telah padam setelah wilayah Lingga diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Namun, petugas masih melakukan pendinginan karena asap masih muncul, terutama dari lahan gambut.

“Kemarin sempat hujan. Sekarang ini kami melakukan pendinginan karena masih banyak asap, terutama di lahan gambut,” ucapnya.

Ia mengatakan sejumlah wilayah yang sebelumnya banyak mengalami kebakaran berada di Kecamatan Lingga Timur, Lingga Utara, Singkep Barat, dan Singkep Pesisir.

Dalam penanganan karhutla tersebut, personel Polda Kepri juga telah diterjunkan ke lapangan untuk membantu Polres Lingga, TNI, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kita membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam menangani karhutla ini,” katanya.

Oktanius mengatakan status tanggap darurat karhutla di Kabupaten Lingga telah ditetapkan sejak 12 September 2026 dan telah diperpanjang satu kali.

Pemerintah Kabupaten Lingga juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan penanganan karhutla, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) dan bantuan peralatan.

“Pak Bupati sudah menelepon langsung Deputi Kedaruratan. Ada dua kali menelepon, menyangkut OMC, dukungan peralatan, dan sebagainya,” ujarnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian bantuan tersebut. Sementara itu, personel di lapangan tetap berjaga dan melakukan penanganan di sejumlah lokasi terdampak.

Oktanius menyebut kondisi petugas saat ini baik dan mereka telah mendapatkan obat serta pemeriksaan kesehatan.

Ia menambahkan, selain dukungan personel dari instansi, salah satu perusahaan di Lingga, PT CSA, turut membantu penanganan karhutla dengan mengerahkan tiga unit alat berat untuk membuat parit.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan dukungan berbagai pihak. Namun, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar juga penting agar tidak muncul titik api baru.

Oleh karena itu, Oktanius mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta berkoordinasi dengan aparat setempat dalam setiap kegiatan pembukaan lahan.

“Parit tersebut dibuat sebagai pembatas agar api tidak meluas ke wilayah lain dan sejauh ini efektif,” katanya.



Pewarta :
Editor: Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026