
Distanhut Anambas Dorong Produksi Beras

Anambas (Antara Kepri) - Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Anambas bertekad mendorong produksi beras secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
Kita akan terus tingkatkan produktivitas padi kita, supaya secara bertahap Anambas mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakatnya, ujar Zairin Mastur di Anambas, Senin.
Salah satu langkah nyata, dalam musim tanam kedua, yang bertepatan bulan Desember mendatang, tiga kelompok tani di Kecamatan Jemaja Timur akan menanam di 120 hektare lahan padi yang disediakan pemerintah.
Tahun lalu cuma 90 hektare, tahun ini kita tambah lagi jadi totalnya 120 hektare. Ini upaya untuk meningkatkan produktivitas petani di Anambas, jelas Zairin.
Tidak hanya itu, Distanhut beserta petani juga akan berupaya meningkatkan hasil produksi padi per hektare.
Menurutnya, selama ini rata-rata petani hanya mampu memproduksi gabah kering 4 hinga 4,5 ton per hektare. Namun untuk produksi gabah kering berikutnya, diupayakan bisa mencapai 5 ton atau lebih.
Kita upayakan lebih 5 ton/hektare. Jadi, sekali panen bisa menghasilkan gabah kering sekitar 600 ton. Tahun kemarin kan Cuma sekitar 360 ton sampai 405 ton. Kalau berhasil, berarti peningkatannya sudah signifikan, jelas Zairin lagi.
Untuk mencapai target tersebut, Zairin mengaku banyak yang harus dibenahi. Yang paling utama adalah masalah irigasi. Selama ini proses irigasi belum bisa maksimal karena saluran irigasi yang ada belum terbenahi dengan baik.
Irigasi yang paling utama harus diperbaiki. Tahun ini belum bisa kita perbaiki karena masalah anggaran. Jadi, sementara petani hanya memanfaatkan hujan, apalagi kebetulan Desember itu curah hujan tinggi. Namun tahun depan kita akan perbaiki lagi, janji Zairin.
Selain ,itu paket teknologi pertanian juga akan dibenahi. Di antaranya adalah bibit yang diberikan, pupuk, alat pengolahan tanah dan sistem dan lainnya. Menurut Zairin, akan ada pembenahan signifikan terhadat paket teknologi tersebut.
Secara kualitas, paket teknologinya juga akan kita tingkatkan. Kalau pupuk dan bibitnya unggulan, pasti hasil pertanian akan semakin meningkat, tambahnya.
Selanjutnya, kata dia lagi, yang paling penting dari keseluruhan upaya tersebut adalah meningkatkan kemampuan sumber daya petani.
Zairin mengakui, selam ini sudah ada beberapa penyuluh tani yang giat menyuluh di kelompok-kelompok tani.
Hasilnya, setiap tahun produktivitas tani terus meningkat. Maka sistem penyuluhan tersebut dianggapnya sangat efektif dan patut dilanjutkan, bahkan dikembangkan.
Karenanya, Zairin berencana akan membuat program sekolah lapangan, dimana petani dapat belajar lebih dalam mengenai pertanian dari penyuluh-penyuluh tani.
Paling penting sumber daya manusianya. Bibit baik, irigasi baik, teknologi tani baik, tapi kalau manusianya tidak mampu, percuma juga. Makanya kita akan coba buat sekolah lapanga, agar petani kita semakin pintar, paparnya.
Ia mengharapkan upaya tersebut dapat meningkatkan kualitas tani, terutama komoditas padi di Anambas. Kendati mimpi swasembada beras masih jauh, namun dengan memulai pembenahan lebih awal Zairin optimistis mimpi tersebut bukan tidak mungkin.
Mungkin-mungkin saja swasembada beras. Makanya kita harus mulai tata dari sekarang, agar produksi kita semakin bak dan bisa mencapai swasembada beras, harap Zairin. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
