
Panglima TNI Resmi Tutup Latgultor 2013

Batam (Antara Kepri) - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, menutup Latihan Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) melibatkan pasukan khusus dari angkatan darat, laut, udara yang dilaksanakan di Jakarta dan Batam.
"Latihan ini untuk mengabungkan tiga kekuatan militer darat, laut, dan udara menjadi pasukan yang utuh. Tema latihan ini Counter Hijacking at The Sea," kata Panglima di Dermaga Utara Batuampar Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu.
Ia mengatakan, latihan tersebut melibatkan Pasukan Kopasus Sat-81 (TNI AD), Denjaka (TNI AL) dan Denbravo 90 (TNI AU).
"Latihan ini sudah yang kedelapan meski untuk tema tersebut baru sekali dilaksanakan. Ini tidak mudah, karena kami harus beradaptasi dengan medan berbeda," kata dia.
Latihan tahun ini, dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama berupa latihan posko dilaksanakan di Cilandak, Jakarta pada 22 hingga 23 November 2013. Tahap kedua berupa latihan lapangan dilaksanakan di perairan Batam, Sabtu 30 November 2013.
Tema latihan, kata dia, sebagai upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas individu serta interoperabilty Satgultor TNI di semua strata, khususnya interoperabilitas komando, kendali, komunikasi, koordinasi, integrasi operasi.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul mengatakan latihan ini diselenggarakan tak sekadar kalender program tahunan.
"Tetapi lebih ke latihan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Satgultor TNI dihadapkan kepada kecenderungan kondisi faktual perkembangan aksi dan modus operandi terorisme saat ini dan masa datang," kata dia.
Prajurit TNI yang terlibat sebanyak 406 orang terdiri 43 orang penyelenggara, 14 orang Kosatgas, 22 orang Sat-81, 22 orang Denbravo 90 dan 275 orang unsur pendukung, 30 orang Denjaka.
Peralatan tempur yang dilibatkan, 1 unit pesawat hercules C-130, 2 unit Helly Bell TNI AL, 1 unit Cassa TNI AL, 1 unit KRI LPD, 4 unit Sea Rider, 6 unit Rubber duck dan 10 unit PK SAR.
Dalam latihan di perairan Batam juga melibatkan kapal angkatan laut Singapura, Kamboja, dan Thailand.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
