Logo Header Antaranews Kepri

Aktivis Beri Pendidikan Pada Anak-Anak Pemulung

Sabtu, 7 Desember 2013 14:23 WIB
Image Print

Tanjungpinang (Antara Kepri) - Aktivis Komunitas Bakti Bangsa akan memberi pendidikan gratis kepada anak-anak yang orang tuanya sehari-hari bekerja sebagai pemulung.

"Ada belasan anak-anak yang berasal dari sekitar 10 keluarga yang tinggal di Batu 8, Kota Tanjungpinang. Orang tua mereka bekerja sebagai pemulung," kata pengurus Komunitas Bakti Bangsa Kepulauan Riau, Ratih, di Tanjungpinang, Sabtu.

Ia menambahkan, anak-anak dari pemulung itu membutuhkan pendidikan tambahan agar mereka dapat menjadi pelajar yang berprestasi. Para aktivis Komunitas Bakti Bangsa, yang dikenal sebagai pengajar muda itu tidak hanya memberi pendidikan umum, melainkan juga peningkatan moral.

Proses belajar-mengajar yang akan dilaksanakan di teras Masjid Al Husein mendapat dukungan dari pengurus RT setempat.

"Kami berupaya membangun semangat mereka untuk giat belajar dan meningkatkan kualitas ketaqwaannya terhadap Allah melalui berbagai program. Mereka berhak mendapatkan itu," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, beberapa anak-anak dari pemulung yang putus sekolah akan didorong untuk melanjutkan pendidikannya. Komunitas Bakti Bangsa akan mendorong mereka untuk melanjutkan sekolah, dan memberi pemahaman kepada orang tuanya terkait hal itu.

"Jika mereka tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya, maka kami akan memberi bantuan untuk mendaftarkannya ke sekolah. Selanjutnya, anak-anak ini akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Tanjungpinang untuk mendapatkan bantuan beasiswa," ungkapnya.

Pengajar muda yang rata-rata memiliki pengalaman bekerja sebagai guru sekolah dan kursus itu juga mengembangkan basis pendidikan gratis di Wak Copek, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Mereka akan memberi pendidikan gratis kepada anak-anak yang orang tuanya bekerja sebagai nelayan dan petani.

Ketua Komunitas Bakti Bangsa Bintan Ika S Hanifa mengemukakan, anak-anak di Wak Copek membutuhkan pendidikan tambahan, selain dari sekolah untuk meningkatkan prestasi mereka. Mereka akan dididik untuk mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat..

"Tahap awal ini tidak banyak anak-anak yang diajar. Namun kami yakin akan berkembang, kami para orang tua di Wak Copek pasti ingin memberikan hal yang terbaik untuk anak-anaknya," ungkapnya, yang juga mahasiswa Semester VII Jurusan Bahasa Indonesia dan Sastra Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Pendidikan gratis di Batu 8 Tanjungpinang dan Wak Copek merupakan program dari Gerakan Kepri Mengajar, yang dilaksanakan Komunitas Bakti Bangsa sejak 1 tahun 8 bulan lalu. Para pengajar muda telah memberi pendidikan gratis di Tanjung Kapur Kabupaten Bintan, Kampung Kelam Pagi Dompak Tanjungpinang dan Sei Nyiri Tanjungpinang.

"Pendidikan gratis dilaksanakan setiap hari Minggu, dari pagi hingga siang hari sehingga kegiatan perkuliahan pengajar muda tidak terganggu," kata Ketua Komunitas Bakti Bangsa Kepri Eva Fransiska.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026