Logo Header Antaranews Kepri

Warga Batam Diminta Tunda Perjalanan Ke Singapura

Senin, 9 Desember 2013 16:33 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Wali Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Ahmad Dahlan meminta warganya menunda perjalanan ke Singapura demi keselamatan karena adanya kerusuhan di negara jiran itu pada akhir pekan.

"Warga Batam tidak usah ke Singapura dulu, kecuali untuk kebutuhan bisnis," kata Wali Kota Ahmad Dahlan di Batam, Senin.

Jika tidak ada urusan penting, kata dia melanjutkan, maka sebaiknya warga Batam tidak melakukan perjalanan jika kondisi keamanan tidak baik.

Wali Kota akan terus memantau kondisi di Singapura untuk mengetahui perkembangan keamanan di negara jiran itu.

"Saya akan cari tahu. Dengar informasi dari kedutaan," kata dia.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura memastikan tidak ada warga Indonesia yang terlibat dalam kerusuhan di Little India, Singapura.

"Sejauh ini tidak ada keterlibatan WNI dalam peristiwa tersebut," kata Diplomat pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura Fachri Sulaiman kepada Antara.

KBRI berharap seluruh WNI yang tinggal di Singapura unuk tetap mengikuti himbauan aparat setempat dalam menghadapi masalah.

"Berhati hati dalam beraktifitas di Singapura," kata dia.

Pemerintah Singapura menangkap 27 tersangka dari Asia Selatan sehubungan dengan kerusuhan terjadi Minggu(8/12) malam di satu permukiman, Little India, kata polisi dalam siaran pers.

Kerusuhan yang diduga tidak direncanakan itu dipicu oleh kecelakaan lalu lintas antara satu bus dan satu orang di persimpangan Race Course Road dan Hampshire Road.

Kecelakaan itu melibatkan seorang warganegara India yang berusia 33 tahun dan ditabrak oleh bus swasta. Pengemudi bus tersebut cedera dan masih dirawat di rumah sakit.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Singapura Teo Chee Hean mengatakan pemerintah tak akan mentolerir prilaku melanggar hukum semacam itu". Ia meminta masyarakat agar tenang dan tidak berspekulasi mengenai kejadian tersebut.

Ia juga menekankan pemerintah akan menangani semua segi peristiwa itu dan semua orang yang terlibat dengan cara tegas, dan sepenuhnya sesuai hukum.

Aksi kerusuhan jarang terjadi di Singapura selama tiga sampai empat dasawarsa terakhir, tambah polisi negara pulau tersebut.(Antara)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026