
Penumpang Feri tidak Khawatir Angin Kencang

Tanjungpinang (Antara Kepri) Angin laut tidak menyurutkan niat penumpang feri di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau untuk mudik, meski angin bertiup kencang.
"Angin kencang pada musim angin utara ini diperkirakan terjadi sampai akhir Januari 2014," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika Tanjungpinang, Hartanto, Rabu.
Hartanto mengemukakan, angin dan gelombang laut di perairan Tanjungpinang dan Batam tidak membahayakan penumpang feri. Namun penumpang dapat merasa tidak nyaman.
"Tinggi gelombang hanya sekitar 1 meter," katanya.
Meski tidak mengetahui kondisi gelombang dan angin, salah seorang penumpang, Titik, mengatakan, penumpang tidak merasa khawatir karena feri dengan rute Tanjungpinang-Batam, Tanjungpinang-Karimun dan Tanjungpinang-Buton berukuran besar.
"Kalau beberapa tahun lalu mungkin ada rasa khawatir, karena feri berukuran kecil," ungkap Titik, yang setiap tahun menghabiskan masa libur akhir tahun di Batam.
Titik merasa yakin gelombang laut bukan permasalahan untuk tidak liburan bersama keluarga, Untuk menghindari ombak besar, sarannya, sebaiknya penumpang berangkat ke Batam pada pagi hari karena gelombang laut lebih tenang.
"Kalau pagi hari gelombang laut lebih tenang," ujarnya.
Salah seorang petugas dari perusahaan pelayaran, Ririn mengatakan, angin kencang tidak membuat penumpang sepi. Selain itu feri yang disediakan berkapasitas besar sehingga penupang tidak akan merasa khawatir.
"Fasilitas kapal yang besar menjadi pilihan penumpang untuk mudik,dan kenaikan penumpang diperkirakan naik 2-3% mulai Kamis (26/12). Penambahan kapal sendiri belum dilakukan, karena diperkirakan tahun ini feri yang tersedia masih bisa menangani penumpang," katanya.
Jadwal keberangkatan masih tetap normal yaitu setengah jam sekali. Jadwal kapal tidak terganggu dengan kendala cuaca angin laut yang sedang kencang.(Antara)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
