Logo Header Antaranews Kepri

Kepri Undang Delegasi Afsel Hadiri MTQ Nasional

Sabtu, 15 Februari 2014 17:27 WIB
Image Print

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mengundang delegasi dari negara-negara peserta Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), termasuk Afrika Selatan, untuk menghadiri Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Nasional ke-25 yang kan diselenggarakan di Batam, 6-15 Juni 2014.

"Minimal, kami mengundang negara DMDI, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, China, hingga Afrika Selatan. Afrika Selatan kami undang," kata Gubernur Kepri Muhammad Sani usai meninjau pembangunan Astaka MTQ Nasional di Batam, Sabtu.

Menurut gubernur, biasanya negara-negara DMDI memenuhi undangan dan mengirimkan utusannya untuk menghadiri acara undangan peserta DMDI lainnya, apalagi selama ini hubungan Kepri dengan negara-negara DMDI sangat baik.

Di Batam, perwakilan dari DMDI dari berbagai negara tidak akan mengikuti perhelatan nasional, melainkan hanya menghadiri pembukaan dan kegiatan yang disertakan dalam MTQ.

"Mereka akan menghadiri pembukaan, dan kegiatan lainnya. Karena tidak hanya ada MTQ, ada juga pameran, dan kegiatan Islami lain," kata gubernur.

Mengenai persiapan, ia mengatakan pembangunan fisik Astaka MTQ Nasional sudah mencapai 90 persen. "Tinggal 'finishing'," kata Gubernur.

Namun, persiapan MTQ tidak hanya Astaka, kata dia, masih banyak yang lainnya, seperti pembangunan jalan lintas dan renovasi masjid.

"Pembangunan fisik ini penting. Saya harapkan satu hingga dua bulan lagi selesai," kata dia.

Diperkirakan, MTQ nasional ke-25 di Batam akan dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Untuk itu Pemprov Kepri mempersiapkan beberapa agenda peresmian pembangunan oleh Presiden.

"Masih kami inventarisir apa saja yang hendak diresmikan," kata dia.

Kemungkinan Presiden akan meresmikan perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam di Tanjungpinang dari swasta menjadi negeri, kata gubernur.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Rudi mengatakan hampir seluruh bangunan fisik di Dataran Engku Putri sudah selesai dibangun.

"Bangunan fisik sudah selesai di 2013, arena, tiga pintu gerbang, enam menara dan jalan utama sudah selesai," kata dia.

Pelebaran jalan di sekitar Dataran Engku Putri juga sudah selesai, dan sudah dinikmati masyarakat.

Pemkot masih akan membangun alur jalan yang menghubungkan Kantor Wali Kota ke Kawasan Wisata Ocarina.

"Nanti dari Pemkot langsung ke Ocarina, kami ubah menjadi sistem bundaran, sehingga seluruh arah bisa berputar di sana," kata Wakil Wali Kota. (Antara)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026