
Kepri Anggarkan Rp181 Miliar Berantas Kemiskinan

Batam (Antara Kepri) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menganggarkan Rp181 miliar untuk program-program pemberantasan kemiskinan dalam APBD 2014, sebagai komitmen mensejahterakan masyarakat.
Sebagian di antaranya dialokasikan melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni.
"Pemprov Kepri sangat konsen memperhatikan masalah kemiskinan di Kepri ini. Bahkan kita memiliki tim khusus yang mengurus kemiskinan," kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau usai meninjau lokasi penerima bantuan di Karimun, Jumat.
Untuk program RLTH, Pemprov Kepri mengalokasikan anggaran sekitar Rp90 miliar untuk lebih dari 1.000 rumah di seluruh Kepri.
Khusus Karimun, Pemprov mengalokasikan Rp1,8 miliar untuk merehabilitasi 900 unit rumah. Tiap rumah mendapatkan bantuan senilai Rp22 juta untuk diperbaiki agar layak huni.
Meski begitu, Wakil Gubernur mengatakan yakin masih banyak rumah-rumah warga yang membutuhkan rehabilitasi namum yang belum terdata. Ia meminta masyarakat melaporkannya ke pemerintah.
"Bantuan ini memang tidak langsung memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Tapi pelan tapi pasti, saya yakin seluruh masyarakat Kepri dapat merasakan program ini," kata Wakil Gubernur.
Selain merehabilitasi rumah, Pemprov Kepri juga memberikan bantuan susu dan pemenuhan gizi kepada ibu hamil, juga beasiswa kepada siswa dan mahasiswa berprestasi.
"Di samping itu, kami juga telah dan akan terus memberikan bantuan kepada para nelayan-nelayan di Kepri," kata dia.
Sementara itu Pemprov Kepri menargetkan merehabilitasi sekitar 20.000 unit rumah di penjuru provinsi muda itu hingga akhir masa jabatan pasangan kepala daerah Muhammad Sani dan Soerya Respationo di tahun 2015.
Pemprov Kepri bekerja sama dengan seluruh pemerintah kabupaten kota untuk menuntaskan RLTH, dengan komposisi 2:1. Setiap pemerintah kabupaten kota merenovasi satu rumah, maka pemerintah provinsi melakukan untuk dua rumah. (Antara)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
