
Gangguan Kebakaran Batam Bersifat Lokal

Batam (Antara Kepri) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam menyatakan, kebakaran hutan di Batam yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir bersifat lokal.
"Gangguan asap dan jarak pandang terjadi pada radius 7-8 kilometer dari titik kebakaran," kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Phillip Mustamu di Batam, Kamis.
Ia mengatakan, secara keseluruhan kondisi jarak pandang Batam masih normal meski jika pagi tampak diselimuti asap relatif tebal dan semakin berkurang saat siang hari.
"Arah angin juga bertiup dari Utara menuju Barat Laut sehingga asap kebakaran di Sumatera daratan tidak berhembus ke Batam," kata dia.
Kondisi secara umum di Kota Batam saat ini, masih aman bagi penerbangan, pelayaran dan transportasi darat karena jarak pandang masih normal.
Sementara itu, kasus kebakaran hutan di Batam hingga Kamis sore terus terlihat terutama pada kawasan Hutan Mata Kucing, Tanjung Riau, Sei Temiang, Sei Harapan, Sekupang masih belum berhasil dipadamkan.
Asap mengepul tebal membumbung tinggi masih tampak pada radius beberapa kilometer dan dikeluhkan oleh masyarakat.
"Kalau melintas kawasan Sei Temiang menuju Sekupang dan dari Tiban menuju Sekupang, jarak pandang terbatas. Mata juga terasa pedih akibat asap," kata Tika.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau menyatakan, sejak akhir 2013 hingga pertengahan Maret, titik api sudah muncul pada sekitar 80 persen wilayah hutan Batam.
"Hampir semua hutan pernah muncul titik kebakaran. Menurut perhitungan kami, titik kebakaran sudah terjadi sekitar 80 persen kawasan hutan dengan luas ratusan hektare," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Nur Patria Kurniawan.
Ia mengatakan, titik hutan paling banyak terbakar ialah kawasan Sei Harapan, Sei Temiang, Bukit Harimau, Bukit Palapa Tanjungpinggir yang kesemuanya masuk wilayah Sekupang. (Antara)
Editor; Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
