
Kain Cual Anambas Pemikat di Bazar MTQ V

Anambas (Antara Kepri) - Kain Cual yang merupakan kain tenun khas Kabupaten Kepulauan Anambas, menjadi pemikat pembeli dalam stand bazar Pameran MTQ V tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Tanjung Balai Karimun.
Kain Cual merupakan salah satu warisan budaya dari Kepulauan Anambas. Kain ini pertama kali di tenun oleh Hj. Halimun di kampung Telok Encau, Siantan pada tahun 1863. Pada masa itu kain Cual merupakan pakaian jadi bagi kaum bangsawan.
Kain Cual sempat lekang di makan zaman dan kembali dihidupkan setelah Anambas menjadi kabupaten tersendiri yang di kelola oleh Deskranada Anambas.
Kain Cual terdiri dari lima motif yang telah di patenkan untuk saat ini seperti motif Sampan Layar, Bulan Purnama, Padang Terbakar, Pucuk Pisang, dan Tudung Saji. Pembuatan kain untuk kelima motif itu dikerjakan dengan cara yang berbeda.
Karena, pada umumnya bahan bakunya sebagai bahan dasar pembuatan kain Cual masih didatangkan dari luar daerah, menyebabkan harganya dipasaran masih tergolong tinggi. Maka dari itu kain cual di produksi dengan tiga cara yang berbeda.
"Kelima motif ini dikerjakan dengan cara tenun, printing dan cap. Untuk jenis mengecap sudah di produksi langsung di Anambas", kata Yulianti atau akrap di sapa Kak Dayang saat ditemui di Stand Bazar MTQ V Tanjung Balai Karimun.
Sedangkan untuk variasi harga juga jelas jauh berbeda. Kain Cual jenis tenunan ditawarkan dengan harga berkisar Rp2 juta hingga Rp4 Juta. Sedangkan untuk perinting dan cap dijual dengan harga 150.000 per dua meter.
Selain itu sebagai daerah yang kaya dengan hasil lautnya kepulauan Anambas juga memperkenal produksi-produksi dari aneka macam olahan ikan seperti kerupuk atom, abon ikan, epok-epok ikan dan ada juga madu asli yang sudah kemas dalam sebuah keemasan menarik yang memang benar berasal dari hutan alami Anambas.
Para pengunjung yang berdatangan ke Stand Bazar Anambas terlihat antusias menanyakan
produk-produk mereka, tapi sayangnya produk-produk yang mereka sajikan telah terlanjur habis dibeli para pengunjung di hari pertama dan dan kedua. (Antara)
Editor: Evy R. Syamsir
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
